Kisah 25 rasul Allah
1. Nabi Adam a.s
Nabi Adam A.S. adalah
manusia pertama yang diciptakan oleh Allah S.W.T. dari pada tanah, dibentuk
dengan sedemikian rupa dengan sebaik-baiknya bentuk, kemudian ditiupkan roh
kehidupan kedalam-nya. Sebelumnya, Tuhan telah pula menciptakan setan dari pada
api yang sangat panas dan Malaikat dari Cahaya. Kepada Adam, Allah mengajarkan
nama-nama segala sesuatu. Setelah Adam pandai, Allah memanggil sekalian
Malaikat dan setan serta menanyakan pada mereka nama-nama segala sesuatunya. Lalu
Allah menyuruh agar mereka semua sujud kepada Adam. Maka bersujudlah semua
Malaikat kecuali iblis yang sombong. Iblis pun diusir dari syurga dengan
menyimpan kebencian dan dendam pada manusia. Karena Adam merasa kesepian, maka
Allah menciptakan seorang manusia (wanita) untuk menjadi teman Adam, yaitu
Hawa. Adam dan Hawa diperkenankan berdiam didalam syurga dan boleh makan apa
saja kecuali dilarang mendekati sebuah pohon kayu (pohon Khuldi). Jika Adam dan
Hawa melanggar larangan itu, maka mereka menjadi orang-orang yang aniaya.
Setan yang mendendam terhadap
Adam, berdaya upaya untuk menggoda Adam. Mereka memperdaya Adam dan Hawa dengan
kata-kata "Allah melarang kalian makan buah ini adalah supaya kau tidak
dapat menjadi Malaikat dan agar kau tidak kekal tinggal didalam syurga".
Untuk mengukuhkan tipu dayanya, setan bersumpah atas nama Allah. Akhirnya
tergelincirlah Adam dan Hawa. Mereka terbujuk oleh tipu daya setan. Maka
terbukalah bagi keduanya malu yang tersembunyi. Setelah menyadari kesalahannya,
Adam dan Hawa pun menangis memohon ampunan "Wahai Tuhan kami! kami telah
menganiaya diri kami, jika Tuhan tidak mengampuni dan memberikan rahmat kepada
kami, niscaya masuklah kami kedalam golongan orang-orang yang merugi". Allah mengampuni dengan memberikan beberapa
do'a (petunjuk) kepada Adam dan Hawa. Sesungguhnya Allah penerima tobat dan
penyayang.
Selama hidupnya Hawa melahirkan sebanyak dua puluh satu
kali. Setiap kali melahirkan selalu kembar, terdiri dari seorang anak lelaki
dan seorang anak perempuan. Kecuali yang terakhir yang kemudian menjadi
Nabi, Syits namanya. Hal yang terjadi diantara anak Nabi
Adam A.S. yang bernama Iqlima, yang mana Iqlima merupakan seorang wanita
yang tercantik dari pada Labuda. Iqlima lahir kembar dengan Qabil, dan Labuda
lahir kembar dengan Habil. Qabil tetap ingin menikahi saudaranya yaitu Iqlima,
akan tetapi ayahnya Nabi Adam A.S. menolak keputusan Qabil tersebut.
Karena Iqlima harus dikawinkan dengan Habil.
Munculah nafsu untuk membunuh pada diri Qabil, yaitu untuk
membunuh Habil. Setelah Qabil membunuh Habil maka Qabil pun merasa bingung dan
bagaimana cara menyelengarakan mayat saudaranya itu. Dikala ia kebingungan maka
Allah S.W.T. memperlihatkan kepadanya dua ekor burung gagak berkelahi dan
seekor diantaranya mati terbunuh, maka yang masih hidup menggali tanah lalu
bangkai kawannya itu dikuburkan kedalam lubang yang kemudian ditimbuninya.
Melihat perbuatan burung itu, Qabil dapat menguburkan mayat saudaranya. Itu
menjadikan Habil adalah manusia yang petama kali meninggal dimuka bumi
ini.
Nabi Adam A.S. wafat pada usia seribu tahun dan setahun
kemudian meninggal dunia pula istrinya (Hawa). Sebagian riwayat mengatakan Nabi
Adam A.S. dimakamkan berdekatan dengan istrinya.
2. Nabi Idris a.s
Mesir. Ia juga diyakini sebagai nabi pertama yang menulis dengan pena.Wallahua'lam,
apakah keyakinan tersebut berkait dengan kenyataan bahwa kertas pertama, yang
disebut papirus, diciptakan oleh masyarakat
Mesir.Idris disebut belajar agama dari Sis -anak Adam yang juga menjadi Nabi.Masyarakat
terdahulu juga meyakini bahwa ia dibawa ke surga sebelum
mengalamikematian. Mereka percaya, nabi Idris adalah satu-satunya manusia
yang masuk surgatanpa pernah mati. Itu terjadi pada usia 82 tahun. Quran
menyebut kisah Idris dalamSurat Maryam 56-57. Juga pada surat Al- Anbiya
(Para Nabi) ayat 85-86.
kisah Nabi Idris AS pada zaman rasul. Ia disebutkan
lahir di daerah Munaf. Beliau keturunan ketujuh dari Nabi Adam AS. Meskipun
demikian ia menjadi Nabi dan Rasul kedua setelah Nabi Adam AS. Nabi Idris AS
memimpin ummat yang masih termasuk keturunan Qobil. Ummat ini pada waktu itu
banyak yang rusak akhlaknya, sehingga Allah SWT menunjuk Nabi Idris AS sebagai
Nabi dan Rasul-Nya.
Allah pun memberikan mukjizat kepadanya berupa kepandaian di
segala bidang. Diantara mukjizat Nabi Idris adalah sebagai berikut:
1. Hebat dalam menunggang kuda. Pada waktu itu sedikit orang
yang dapat menunggang kuda.
2. Dapat menulis. Pada waktu itu tidak ada ummatnya yang
dapat menulis.
3. Dapat menjahit pakaian. Pada waktu itu, belum ada yang
mampu menjahit pakaian.
Nabi Idris mendapat kitab dari Allah SWT sebanyak 30
Shohifah. Dalam kitab ini berisi ajaran kebenaran seperti halnya AL Qur’an.
Kitab itu merupakan petunjuk yang disampaikan kepada ummatnya. Sehingga
ummatnya yang sudah rusak akhlaknya sedikit demi sedikit kembali ke jalan yang
benar.
Nabi Idris AS juga mendapat gelar “Asadul Usud” yang berarti
Singa karena beliau tidak pernah berputus asa dalam menjalan tugasnya sebagai
seorang Nabi. Ia tidak pernah takut menghadapi ummatnya yang kafir. Meskipun
demikian ia tidak pernah sombong. Ia bersifat pema’af.
Tidak banyak keterangan yang didapati tentang kisah Nabi
Idris di dalam Al-Quran maupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah
nabi-nabi. Di dalam Al-Quran hanya terdpt dua ayat tentang Nabi Idris iaitu
dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:
“Dan ceritakanlah { hai Muhammad kepada mereka , kisah }
Idris yang terdpt tersebut di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang
yang sangat membenarkan dan seorang nabi. 57 – Dan Kami telah mengangkatnya ke
martabat yang tinggi.” { Maryam : 56 – 57 }
Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera
dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah
keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith.
Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah
untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta
memberi beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar selamat dari
siksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia.
Ia juga diyakini sebagai nabi pertama yang menulis dengan pena.Wallahua'lam,
apakah keyakinan tersebut berkait dengan kenyataan bahwa kertas pertama, yang
disebut papirus, diciptakan oleh masyarakat
Mesir.Idris disebut belajar agama dari Sis -anak Adam yang juga menjadi Nabi.Masyarakat
terdahulu juga meyakini bahwa ia dibawa ke surga sebelum
mengalamikematian. Mereka percaya, nabi Idris adalah satu-satunya manusia
yang masuk surgatanpa pernah mati. Itu terjadi pada usia 82 tahun. Quran
menyebut kisah Idris dalamSurat Maryam 56-57. Juga pada surat Al- Anbiya
(Para Nabi) ayat 85-86.
3. Nabi Nuh
Nabi
Nuh adalah Nabi keempat sesudah Adam, Syith dan Idris dan
keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih
bin Idris. Nabi Nuh menerima wahyu
kenabian dari Allah dalam masa "fatrah" masa kekosongan
diantara dua Rasul dimana biasanya manusia secara berangsur-angsur
melupakan ajaran agama yang dibawa oleh Nabi yang meninggalkan mereka
dan kembali syirik meninggalkan amal kebajikan, melakukan kemunkaran dan
kemaksiatan dibawah pimpinan iblis. Nabi Nuh yang
dikaruniakan Allah dengan sifat-sifat yang patut dimiliki oleh
seorang Nabi, fasih dan tegas dalam kata-katanya, bijaksana dan sabar
dalam tindak tanduknya melaksanakan tugas risalahnya kepada kaumnya dengan
penuh kesabaran dan kebijaksanaan dengan cara yang lemah lembut mengetuk hati
nurani mereka dan kadangkala dengan kata-kata yang tajam dan nada yang kasar
bila menghadapi pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala yang enggan
menerima hujjah dan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka yang tidak dapat
mereka membantahnya atau mematahkannya.
Nabi Nuh berada
ditengah-tengah kaumnya selama 950 tahun berdakwah menyampaikan risalah Tuhan,
mengajak mereka meninggalkan pemyembahan berhala dan kembali menyembah dan
beribadah kepada Allah Yang Maha Kuasa memimpin mereka keluar dari
jalan yang sesat dan gelap ke jalan yang benar dan terang, mengajar mereka
hukum-hukum syari'at dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya,
mengangkat derajat manusia yang tertindas dan lemah ke tingkat yang sesuai
dengan fitrah dan qodratnya dan berusaha menghilangkan sifat-sifat sombong dan
congkak yang melekat pada para pembesar kaumnya dan mendidik agar mereka
berkasih sayang, tolong menolong diantara sesama manusia
Setelah menerima
perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi
Nuh mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mereka mengumpulkan bahan yang
diperlukan untuk maksud tersebut, kemudian dengan mengambil tempat diluar dan
agak jauh dari kota dan keramaiannya mereka dengan rajin dan tekun bekerja
siang dan malam menyelesaikan pembuatan kapal yang diperintahkan itu. Dan pada
saat itu bencana besar pun terjadi, setelah air bah itu mencapai puncak
keganasannya dan binasalah kaum Nuh yang kafir dan zalim sesuai dengan kehendak
dan hukum Allah, surutlah lautan air diserap bumi kemudian bersandarlah
kapal Nuh diatas bukit "Judie" dengan iringan perintah Allah kepada Nabi
Nuh:
"Turunlah wahai Nuh ke darat, engkau dan para mukminin yang menyertaimu dengan selamat dilimpahi barokah dan inayah dari sisi-Ku bagimu dan bagi umat yang menyertaimu".
"Turunlah wahai Nuh ke darat, engkau dan para mukminin yang menyertaimu dengan selamat dilimpahi barokah dan inayah dari sisi-Ku bagimu dan bagi umat yang menyertaimu".
4. Nabi Hud a.s
Nabi Hud merupakan keturunan Sam
bin Nuh (cucu Nabi Nuh ) dari suku 'Aad (عاد), suku yang hidup di jazirah Arab,
disuatu tempat bernama Al-Ahqaf yang terletak di utara hadramaut antara
Yaman dan Oman. Mereka adalah kaum penyembah berhala bernama Shamud, Shada,
dan al-Haba. Mereka termasuk suku yang tertua sesudah kaum Nuh.
Mereka dikurniai oleh Allah (الله) tanah yang subur, dengan
sumber-sumber air yang memudahkan mereka bercocok tanam. Sebagaimana dengan
kaum Nabi Nuh (نوح), kaum Hud,
yaitu suku 'Aad tidak mengenal Allah sebagai Tuhannya. Mereka membuat
patung-patung yang diberi nama Shamud dan Alhattar dan itu
yang disembah sebagai tuhan mereka yang menurut kepercayaannya dapat memberi
kebahagiaan, kebaikan dan keuntungan serta dapat menolak kejahatan, kerugian
dan segala musibah. Ajaran dan agama Nabi Idris a.s. (إدريس) dan Nabi
Nuh a.s (نوح) sudah tidak
dijalankan lagi.
Nabi Hud memulai dakwahnya dengan
menarik perhatian kaumnya suku 'Aad kepada tanda-tanda wujudnya Allah yang
berupa alam sekitar mereka dan bahwa Allah-lah yang menciptakan mereka semua
dan mengaruniakan mereka dengan segala kenikmatan hidup. Dia-lah yang
seharusnya mereka sembah dan bukan patung-patung yang mereka buat sendiri. Kaum 'Ad adalah kabilah Arab yang
tinggal di bagian selatan Jazirah Arab setelah kaum Nabi Nuh yang beriman
selamat dari banjir dahsyat. Mereka lalu membangun rumah, perindustrian, dan
memiliki peradaban maju yang belum pernah ada sebelumnya. Kaum 'Ad tinggal
di daerah al-Ahqaf, tepatnya diantara ar-Rub' al-Khali dan Hadramaut. suku Aad yang telah dimabukkan oleh kesejahteraan hidup dan kenikmatan
duniawi sehingga tidak mengenalkan Tuhannya yang mengurniakan itu semua. Di
utuskan kepada mereka Nabi Hud seorang drp suku mereka sendiri dari keluarga
yang terpandang dan berpengaruh terkenal sejak kecilnya dengan kelakuan yang
baik budi pekerti yang luhur dan sgt bijaksana dalam pergaulan dengan
kawan-kawannya. Nabi
Hud memulai dakwahnya dengan menarik perhatian kaumnya suku Aad kepada
tanda-tanda wujudnya Allah yang berupa alam sekeliling mereka dan bahawa
Allahlah yang mencipta mereka semua dan mengurniakan mereka dengan segala
kenikmatan hidup yang berupa tanah yang subur, air yang mengalir serta
tubuh-tubuhan yang tegak dan kuat.
Pembalasan Allah Atas Kaum Aad
Pembalasan Tuhan terhadap kaum Aad yang kafir dan tetap
membangkang itu diturunkan dalam dua perinkat.Tahap pertama berupa kekeringan
yang melanda ladang-ladang dan kebun-kebun mrk, sehingga menimbulkan kecemasan
dan kegelisahan, kalau-kalau mereka tidak memperolehi hasil dari ladang-ladang
dan kebun-kebunnya seperti biasanya. kemudian menjadi kenyataanlah apa yang
diramalkan oleh Nabi Hud itu bahawa bukan hujan yang turun dari awan yang tebal
itu tetapi angin taufan yang dahsyat dan kencang disertai bunyi gemuruh yang
mencemaskan yang telah merusakkan bangunan-bangunan rumah dari dasarnya membawa
berterbangan semua perabot-perabot dan milik harta benda dan melempar jauh
binatang-binatang ternak. Keadaan kaum Aad menjadi panik mereka berlari kesana
sini hilir mudik mencari perlindungan.
Suami tidak tahu
di mana isterinya berada dan ibu juga kehilangan anaknya sedang rumah-rumah
menjadi sama rata dengan tanah. Bencana angin taufan itu berlangsung selama
lapan hari tujuh malam sehingga sempat menyampuh bersih kaum Aad yang congkak
itu dan menamatkan riwayatnya dalam keadaan yang menyedihkan itu untuk menjadi
pengajaran dan ibrah bagi umat-umat yang akan datang. Setelah keadaan cuaca
kembali tenang dan tanah " Al-Ahqaf " sudah menjadi sunyi senyap dari
kaum Aad pergilah Nabi Hud meninggalkan tempatnya berhijrah ke Hadramaut, di
mana ia tinggal menghabiskan sisa hidupnya sampai ia wafat dan dimakamkan di
sana dimana hingga sekarang makamnya yang terletak di atas sebuah bukit di
suatu tempat lebih kurang 50 km dari kota Siwun dikunjungi para penziarah yang
datang beramai-ramai dari sekitar daerah itu, terutamanya dan bulan Syaaban
pada setiap tahun.
5. Nabi Saleh a.s
Tsamud adalah nama suatu suku
yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada
pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal
di suatu dataran bernama ” Alhijir ” terletak antara Hijaz dan Syam yang
dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu
angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan
pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S. Kaum Tsamud tidak
mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan
puja, kepadanya mereka berqurban, tempat merekaminta perlindungan dari segala
bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.
Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud
Nabi Shaleh memperkenalkan kepada
Tuhan yang sepatut mereka sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah
mencipta mereka, menciptakan alam sekitar mereka, menciptakan tanah-tanah yang subur
yang menghasilkan bahan keperluan hidup mereka, mencipta binatang-binatang yang
memberi manfaat dan berguna bagi mereka dan dengan demikian memberi kepada
mereka kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.
Nabi Saleh memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti
ajakannya beriman kepada Allah yang telah mengurniai mereka rezeki yang luas
dan penghidupan yang sejahtera
Allah Memberi Mukjizat Kepada Nabi Shaleh A.S.
Nabi Shaleh sedar bahawa tentangan kaumnya yang menuntut
bukti daripanya berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan
pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama para
pengikutnya bila ia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mereka. Nabi Saleh
membalas tentangan mereka dengan menuntut janji dengan mereka bila ia berhasil
mendatangkan mukjizat yang mereka minta bahwa mereka akan meninggalkan
agama dan persembahan mereka dan akan mengikuti Nabi Shaleh dan beriman
kepadanya.
Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan
Nabi Shaleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan
menimpa di atas mereka akan didahului dengan tanda-tanda, Ketika mereka datang
ke tempat Nabi Shaleh bagi melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang
gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu
besar yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan yang seketika
merebahkan mereka di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi.
Demikianlah Allah telah melindingi rasul-Nya
dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.Nabi Saleh dan orang-orang yang
beriman bersamanya diselamatkan dari azab tersebut. Al-Alusi menceritakan orang
yang selamat bersama Nabi Saleh sebanyak 120 orang, sementara yang binasa 5000
orang. baginda Wafat di Nawahiyir Rimlah di Palestina.
6. Nabi Ibrahim a.s
Nabi Ibrahim (tahun 1997 SM s/d 1822 SM) merupakan nabi
dalam agama Samawi, dan sering disebut sebagai "bapak para nabi". Ia
mendapat gelar Khalil Allah atau Sahabat Allah. Selain itu beliau bersama
anaknya, Nabi Ismail terkenal sebagai pengasas Kaabah. Ibrahim, Bapak Para Nabi.
Nabi Ibrahim al-Khalil dilahirkan di Ur, daerah bagian selatan Irak.
Beliau lahir di kalangan masyarakat penyembah berhala. Mereka membuat patung
pada zaman Raja Namrud bin Kan'an. Ayahnya, Azar adalah seorang yang cukup pandai
dalam membuat berhala yang menyesatkan ini. Dia lalu memerintahkan Ibrahim
untuk menjualnya ke pasar
Ibrahim adalah seorang nabi yang diuji oleh Allah SWT
dengan ujian yang jelas. Yaitu ujian di atas kemampuan manusia biasa. Meskipun
menghadapi ujian dan tantangan yang berat, Nabi Ibrahim tetap menunjukkan
sebagai seorang hamba yang menepati janjinya dan selalu menunjukan sikap
terpuji. Kepala keluarga Ibrahim adalah salah seorang seniman yang terbiasa
memahat patung-patung sehingga profesi si ayah mendapatkan kedudukan istimewa
di tengah-tengah kaumnya. Keluarga Nabi Ibrahim sangat dihormati. Termasuk
keutamaan Allah SWT yang diberikan-Nya kepada Ibrahim adalah, Dia menjadikannya
sebagai imam bagi manusia dan menganugrahkan pada keturunannya kenabian dan
penerimaan kitab (wahyu). Oleh karena itu, kita dapati bahwa setiap nabi
setelah Nabi Ibrahim as adalah anak-anak dan cucu-cucunya. Ini semua merupakan
bukti janji Allah SWT kepadanya, di mana Dia tidak mengutus seorang nabi
kecuali datang dari keturunannya. Demikian juga kedatangan nabi yang terakhir,
yaitu Nabi Muhammad saw, adalah sebagai wujud dari terkabulnya doa Nabi Ibrahim
yang diucapkannya kepada Allah SWT di mana ia meminta agar diutus di
tengah-tengah kaum yang umi seorang rasul dari mereka. Ketika kita membahas
keutamaan Nabi Ibrahim dan penghormatan yang Allah SWT berikan kepadanya,
niscaya kita akan mendapatkan hal-hal yang menakjubkan.
Adzab yang menimpa Penduduk Babylon setelah Nabi Ibrahim
berhijrah
"Kuda
jantan terpisah dari habitatnya. Kawanannya pun tercerai berai bersama
angin." Dia juga menyebutkan sejumlah nama-nama kota besar Sumeria, lalu
mengisahkan akhir kematian kota tersebut. Kemudian, dia menjelaskan ketetapan
langit tentang kehancuran kota itu, pertumpahan darah penduduknya, isak yang
berkepanjangan, bangkai manusia yang berserakan karena tertembus tombak atau
hantaman peluru batu. Demikianlah yang terjadi, hingga sengatan matahari
melunturkan lemak-lemak mereka. Mereka yang selamat menjadi hina dan kelaparan.
Sang ibu kehilangan anaknya. Sang ayah meninggalkan darah dagingnya. Para istri
berpisah dari suaminya. Beliau juga yang membangun kaabah dan Masjidil Aqsha.
7. Nabi Ismail a.s
Nabi Ismail adalah anak pertama Nabi Ibrahim dari istri
keduanya, Hajar. Sampai Nabi Ibrahim yang berhijrah meninggalkan Mesir bersama
Sarah, isterinya dan Hajar, dayangnya di tempat tujuannya di Palestin. Ia telah
membawa pindah juga semua binatang ternaknya dan harta miliknya yang telah
diperolehinya sebagai hasil usaha niaganya di Mesir.
Al-Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a.berkata:
Pertama-tama yang menggunakan setagi {setagen} ialah Hajar ibu Nabi Ismail tujuan untuk menyembunyikan kandungannya dari Siti Sarah yang telah lama berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s. tetapi belum juga hamil. tetapi walaubagaimana pun juga akhirnya terbukalah rahsia yang disembunyikan itu dengan lahirnya Nabi Ismail a.s. Dan sebagai lazimnya seorang isteri sebagai Siti Sarah merasa telah dikalahkan oleh Siti Hajar sebagai seorang dayangnya yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dan sejak itulah Siti Sarah merasakan bahawa Nabi Ibrahim a.s. lebih banyak mendekati Hajar karena merasa sgt gembira dengan puteranya yang tunggal dan pertama itu, hal ini yang menyebabkan permulaan ada keratakan dalam rumahtangga Nabi Ibrahim a.s. sehingga Siti Sarah merasa tidak tahan hati jika melihat Siti Hajar dan minta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya menjauhkannya dari matanya dan menempatkannya di lain tempat.
Utk sesuatu hikmah yang belum diketahui dan disadari oleh Nabi Ibrahim Allah s.w.t. mewahyukan kepadanya agar keinginan dan permintaan Sarah isterinya dipenuhi dan dijauhkanlah Ismail bersama Hajar ibunya dan Sarah ke suatu tempat di mana yang ia akan tuju dan di mana Ismail puteranya bersama ibunya akan di tempatkan dan kepada siapa akan ditinggalkan.
Al-Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a.berkata:
Pertama-tama yang menggunakan setagi {setagen} ialah Hajar ibu Nabi Ismail tujuan untuk menyembunyikan kandungannya dari Siti Sarah yang telah lama berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s. tetapi belum juga hamil. tetapi walaubagaimana pun juga akhirnya terbukalah rahsia yang disembunyikan itu dengan lahirnya Nabi Ismail a.s. Dan sebagai lazimnya seorang isteri sebagai Siti Sarah merasa telah dikalahkan oleh Siti Hajar sebagai seorang dayangnya yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dan sejak itulah Siti Sarah merasakan bahawa Nabi Ibrahim a.s. lebih banyak mendekati Hajar karena merasa sgt gembira dengan puteranya yang tunggal dan pertama itu, hal ini yang menyebabkan permulaan ada keratakan dalam rumahtangga Nabi Ibrahim a.s. sehingga Siti Sarah merasa tidak tahan hati jika melihat Siti Hajar dan minta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya menjauhkannya dari matanya dan menempatkannya di lain tempat.
Utk sesuatu hikmah yang belum diketahui dan disadari oleh Nabi Ibrahim Allah s.w.t. mewahyukan kepadanya agar keinginan dan permintaan Sarah isterinya dipenuhi dan dijauhkanlah Ismail bersama Hajar ibunya dan Sarah ke suatu tempat di mana yang ia akan tuju dan di mana Ismail puteranya bersama ibunya akan di tempatkan dan kepada siapa akan ditinggalkan.
Ismail dan Ibunya Hajar Ditingalkan di Makkah
Setelah berminggu-minggu berada dalam perjalanan jauh yang memenatkan tibalah pada akhirnya Nabi Ibrahim bersama Ismail dan ibunya di Makkah kota suci dimana Kaabah didirikan dan menjadi pujaan manusia dari seluruh dunia. di tempat di mana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya dan disitulah ia meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya dibekali dengan serantang bekal makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering . Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim seorang diri bersama dengan anaknya yang masih kecil di tempat yang sunyi senyap dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia seraya merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya, janganlah ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir, sedangkan ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu.
Setelah berminggu-minggu berada dalam perjalanan jauh yang memenatkan tibalah pada akhirnya Nabi Ibrahim bersama Ismail dan ibunya di Makkah kota suci dimana Kaabah didirikan dan menjadi pujaan manusia dari seluruh dunia. di tempat di mana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri perjalanannya dan disitulah ia meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya dibekali dengan serantang bekal makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir kering . Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim seorang diri bersama dengan anaknya yang masih kecil di tempat yang sunyi senyap dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia seraya merintih dan menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya, janganlah ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang manusia, tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir, sedangkan ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu.
Nabi Ismail Sebagai Qurban
Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.
Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oelh tangan si ayah sendiri.
Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.
Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oelh tangan si ayah sendiri.
8. Nabi Luth a.s
Nabi Luth as merupakan anak saudara laki-laki dari Nabi
ibrahim a.s. Ayah Nabi Luth as bernama
hasa bin tareh merupakan saudara sekandung dari Nabi Ibrahim. Beliau pindah
bersama Nabi ibrahim as dari negeri babil ke negeri syam. Tetapi tidak lama
kemudian penghidupan memaksa kedua Nabi ini berpisah. Nabi Luth as menetap di
sebuah dusun yang bernama sadum, masih dalam wilayah palestina.
Allah mengutus Nabi Luth berdakwah di Kota Sadum
Nabi Luth as diutus oleh Allah yang maha bijaksana
pegi ke negeri sadum yang penduduknya sangat durhaka kepada Allah. Sadum adalah
bangsa yang tidak tahu malu, mereka selalu melakukan kejahatan, merampok,
membunuh sesama, menganiaya, sehingga tidak ada yang bearni ke negeri tersebut
Masyarakat Sadum adalah masyarakat yang rendah tingkat
moralnya, rusak mentalnya, tidak mempunyai pegangan agama atau nilai
kemanusiaan yang beradab. Kemaksiaatan dan kemungkaran merajalela dalam
peragulan hidup mereka. pencurian dan perampasan harta milik merupakan kejadian
hari-hari di mana yang kuat menjadi kuasa sedang yang lemah menjadi korban
penidasan dan perlakuan sewenang-wenang. Maksiat yang paling menonjol adalah
perbuatan hom*o*sek di kalangan lelakinya dan les*bian di kalangan wanitanya.
Kedua-dua jenis kemungkaran ini begitu merajalela di dalam masyarakat sehingga
merupakan suatu kebudayaan kaum sadum. Nabi Luth as berseru kepada mereka agar
meninggalkan adat kebiasaan yaitu melakukan perbuatan ho*mo*sek dan les*bian
karena perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta
menyalahi hikmah yang terkandung di dalam menciptakan manusia menjadi dua jenis
yaitu pria dan wanita. Juga kepada mereka diberi nasihat dan dianjurkan supaya
menghormati hak dan milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan
perampasan, perampokan serta pencurian yang selalu mereka lakukan diantara
sesama mereka dan terutama kepada pengunjung yang datang ke Sandum. Diterangkan
bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, karena akan
menimbulkan kekacauan dan ketidak amanan di dalam negeri masing-masing dari
mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.
Kaum Nabi Luth as ditimpa Azab dari Allah Yang Maha
Perkasa
Para malaikat itu kemudian
menyarankan Nabi Luth as untuk membuka pintu rumahnya lebar untuk memberi
kesmepatan bagi orang-orang yang sesak itu masuk. Namun ketika pintu itu dibuka
dan orang orang sesat itu masuk, secara tiba tiba mereka tidak bisa melihat apa
apa. Diusap usapnya mereka mereka, ternyata mata mereka sudah menjadi
buta. Kemudian, ketika sewaktu fajar menyingsing Nabi Luth as dan dua putrinya
telah melewati batas kota sadum, begergetarlah dengan dahsyat bumi di bawah
kaki masyarakat sadum, begitu juga dengan istri Nabi Luth as yang munafik itu.
Gentaran itu lebih hebat dan kuat dari pada gempa bumi dan juga diiringi dengan
angin kencang serta hujan batu yang menghancurkan kota sadum dan para warganya
yang sesat itu. Tamatlah riwayat kaum Nabi Luth dari bumi. Akhirnya, Nabi Luth
menemui Nabi Ibrahim. Beliau menceritakan berita tentang kaumnya. Beliau hairan
ketika mendengar bahawa Nabi Ibrahim juga mengetahuinya. Nabi Luth terus
melanjutkan misi dakwahnya di jalan Allah s.w.t seperti Nabi Ibrahim. Mereka
berdua tetap menyebarkan Islam di muka bumi.
9. Nabi ishaq a.s
ISHAQ adalah salah satu putra Nabi Ibrahim a.s. dari istri yang bernama Sarah. Ia lahir pada saat Ismail berusia sekitar 14 tahun. Ismail adalah juga putra Nabi Ibrahim dari istri yang bernama Hajar. Sejak kecil, Ishaq dididik dan diajar oleh Sarah dan Nabi Ibrahim agar taat menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya. Setelah dewasa, ia melanjutkan dakwah ayahnya. Ia pun termasuk salah seorang nabi yang mendapat limpahan keberkatan. “Kami limpahkan keberkatan atasnya (Ibrahim) dan Ishaq” Dalam Al-Qur’an nama Ishaq disebut sebanyak 16 kali. Dari Ishaq inilah muncul sebagian besar nabi dan rasul yang disebut Al-Qur’an. Ishaq adalah nenek moyang kaum Bani Israil (Yahudi). Pada usia 180 tahun, ia meninggal dunia di Jirun yang kini dikenal sebagai kota Madinah.
NABI KETURUNAN ISHAQ
Ishaq menikah dengan Rafiqah. Dari keturunan mereka banyak sekali muncul para nabi dan rasul yang dalam Al-Qur’an kadang-kadang disebut dengan istilah al-Asbat yang artinya ‘suku-suku Bani Israil’. Dari dua orang anak mereka, yaitu Ya’qub dan ‘Aish menurunlah garis kenabian. Ya’qub menurunkan garis kenabian pada Yusuf. Adapun ‘Aish menurunkan generasi seorang nabi dan rasul yang bernama Ayub. Nabi Musa yang menerima Sepuluh Perintah Tuhan juga merupakan turunan Ishaq.
Ishaq menikah dengan Rafiqah. Dari keturunan mereka banyak sekali muncul para nabi dan rasul yang dalam Al-Qur’an kadang-kadang disebut dengan istilah al-Asbat yang artinya ‘suku-suku Bani Israil’. Dari dua orang anak mereka, yaitu Ya’qub dan ‘Aish menurunlah garis kenabian. Ya’qub menurunkan garis kenabian pada Yusuf. Adapun ‘Aish menurunkan generasi seorang nabi dan rasul yang bernama Ayub. Nabi Musa yang menerima Sepuluh Perintah Tuhan juga merupakan turunan Ishaq.
SARAH
Nabi Ibrahim dan Sarah telah lama menikah namun belum juga dikaruniai seorang anak. Rupanya Sarah mandul. Walaupun demikian, ia tetap berdoa kepada Allah, agar dianugerahi seorang anak. Karena tidak bisa mempersembahkan seorang anak, akhirnya Sarah pun mengizinkan suaminya menikahi Hajar-budak pemberian raja Mesir. Pada saat usianya sudah semakin tua, Sarah mendapat kabar gembira dari malaikat. Ia akan dikaruniai Allah seorang anak yang saleh, dan Allah akan mencurahkan rahmat- Nya
Nabi Ibrahim dan Sarah telah lama menikah namun belum juga dikaruniai seorang anak. Rupanya Sarah mandul. Walaupun demikian, ia tetap berdoa kepada Allah, agar dianugerahi seorang anak. Karena tidak bisa mempersembahkan seorang anak, akhirnya Sarah pun mengizinkan suaminya menikahi Hajar-budak pemberian raja Mesir. Pada saat usianya sudah semakin tua, Sarah mendapat kabar gembira dari malaikat. Ia akan dikaruniai Allah seorang anak yang saleh, dan Allah akan mencurahkan rahmat- Nya
10. Nabi Ya’qub a.s
Nabi Ya'qub adalah putera dari Nabi Ishaq bin Ibrahim sedang
ibunya adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim, bernama Rifqah binti A'zar. Ia
adalah saudara kembar dari putera Ishaq yang kedua bernama Ishu.
Antara kedua saudara kembar ini tidak terdapat suasana rukun
dan damai serta tidak ada menaruh kasih-sayang satu terhadap yang lain bahkan
Ishu mendendam dengki dan iri hati terhadap Ya'qub saudara kembarnya yang
memang dimanjakan dan lebih disayangi serta dicintai oleh ibunya. Hubungan
mereka yang renggang dan tidak akrab itu makin buruk dan tegang setelah
diketahui oleh Ishu bahwa Ya'qublah yang diajukan oleh ibunya ketika ayahnya
minta kedatangan anak-anaknya untuk diberkahi dan didoakan, sedangkan dia tidak
diberitahu dan karenanya tidak mendapat kesempatan seperti Ya'qub memperoleh
berkah dan doa ayahnya, Nabi Ishaq.
pengutusan Nabi Yakub
Ya'qub hijrah dari negeri Kan'an menuju Faddan Aram atau
Padan-Aram (Harran), sebelah utara Irak, ketempat paman dari jalur ibunya,
Laban . Ya'qub tinggal di Harran cukup lama. Beliau lantas menikahi sepupunya,
Putri Laban. Kemudian beliau kembali kepada keluarganya (di Kan'an atau
Kana'an) setelah Allah menganugerahinya sepuluh putra dari sepupunya dan
istrinya yang lain. Setelah Ya'qub kembali ke negeri Kan'an (Yabus). Allah
menganugerahinya lagi dua putra, Yaitu Yusuf dan Bunyamin. Dengan demikian,
jumlah putranya menjadi dua belas orang. Di tempat itulah dia menyempurnakan
risalah ayahnya, Ishaq, dan kakeknya, Ibrahim, untuk menyeru pada ajaran Allah.
Ketika Allah menganugerahi Yusuf gelar kenabian dan jabatan
Menteri Keuangan pada masa Hesos, Ya'qub dan anak-anaknya berangkat menemui
Yusuf di Mesir. Sementara itu, Yusuf telah memaafkan perbuatan
saudara-saudaranya dahulu, seperti yang disebutkan dalam surah Yusuf. Dengan
demikian, bangsa Israil memasuki Mesir dan menetap disana untuk beberapa waktu.
Pada sat itulah nabi Ya'qub wafat, dan tubuhnya sempat dipertahankan, kemudian
dipindahkan ke Palestina dan dimakamkan disana, sesuai dengan permintaannya.
Beliau dimakamkan di Gua al-Makfilah, di kota Hebron (al-Khalil).
11. Nabi Yusuf a.s
Nabi Yusuf adalah putra Nabi Yaqub AS saudaranya berjumlah sebelas orang. Sejak
kecil Yusuf telah menunjukkan sikap yang terpuji, ia anak yang taat dan patuh
kepada orang tuanya. Oleh karena itu, ayahnya lebih menyayangi Yusuf dari pada
saudaranya yang lain sehingga menyebabkan iri saudaranya dan timbullah niat
jahat di hati mereka. Saudara-saudaranya ingin membuang dan membunuh Yusuf,
pada suatu hari mereka berkata kepada Ayahnya, kami akan mengajak Yusuf bermain
dan berburu tetapi Ayahnya melarang. Percayalah Ayah, kami akan menjaga Yusuf
dan dengan senang hati Yusuf mau mengikuti saudara-saudaranya ke hutan.
Saudara-saudaranya sepakat untuk membunuh Yusuf, akan tetapi ada yang
mengusulkan supaya Yusuf dibuang saja ke dalam sumur.
Mukjizat-mukjizat nabi yusuf a.s ;
1. Pidato Nabi Yusuf , begitu manis, sehingga masuk ke dalam hati. Ada banyak orang yang beriman karena menghadapi kata-kata manis dan akhlaqi dari beliau.
1. Pidato Nabi Yusuf , begitu manis, sehingga masuk ke dalam hati. Ada banyak orang yang beriman karena menghadapi kata-kata manis dan akhlaqi dari beliau.
2. Wajah Nabi. Yusuf, seperti cahaya matahari. Bahkan semua
orang ingin melihat wajahnya. Jika ia sekelbat terlihat , maka mata akan terasa
dipaksa untuk terus memandangnya
3. Doa Nabi Yusuf, Doa nabi yusuf memiliki keutamaan
sehingga doa doanya dikabulkan oleh Allah swt.
4. Ahli Tafsir Mimpi, diantara mukjizat nabi Yusuf adalah beliau ahli dalam menafsirkan mimpi. Semenjak kecil nabi Yusuf as telah dikaruniai sebuah kelebihan dan keajaiban oleh Allah swt. Mimpi-mimpinya selalu memiliki makna. Sebagaimana ayahnya, nabi Ya'qub as, nabi ysusf juga bisa dan mahir dalam memberikan tafsir sebuah mimpi. Seperti mimpinya Raja Mesir Amunhatep, dan juga para penghuni penjara kala itu. Tafsirnya tepat dan bahkan bisa membungkap mulut-mulut para pendeta yang meragukan kenabian nabi Yusuf as.
4. Ahli Tafsir Mimpi, diantara mukjizat nabi Yusuf adalah beliau ahli dalam menafsirkan mimpi. Semenjak kecil nabi Yusuf as telah dikaruniai sebuah kelebihan dan keajaiban oleh Allah swt. Mimpi-mimpinya selalu memiliki makna. Sebagaimana ayahnya, nabi Ya'qub as, nabi ysusf juga bisa dan mahir dalam memberikan tafsir sebuah mimpi. Seperti mimpinya Raja Mesir Amunhatep, dan juga para penghuni penjara kala itu. Tafsirnya tepat dan bahkan bisa membungkap mulut-mulut para pendeta yang meragukan kenabian nabi Yusuf as.
12. Nabi Syu’aib a.s
Nabi Syu’aib a.s tinggal di kota
Madyan yang letaknya di Yordania sekarang. Ketika itu, masyarakatnya kafir
kepada Allah dan melakukan berbagai kemaksiatan, seperti membajak dan merampas
harta manusia yang melintasi mereka. Mereka juga menyembah pohon lebat yang
disebut Aikah.
Kaum Madyan
Umat muslim meyakini bahwa Syu'aib ditetapkan oleh Allah
untuk menjadi seorang nabi yang tinggal di timur Gunung Sinai kepada
kaum Madyan dan Aykah. Yaitu kaum yang tinggal di pesisir Laut
Merah di tenggara Gunung Sinai. Masyarakat tersebut disebut karena
terkenal perbuatan buruknya yang tidak jujur dalam timbangan dan ukuran juga
dikenal sebagai kaum kafir yang tidak mengenal Tuhan. Mereka
menyembah berhala bernama al-Aykah, yaitu sebidang
tanah gurun yang ditumbuhi pepohonan atau pepohonan yang lebat.
Syu'aib memperingatkan perbuatan mereka yang jauh
dari ajaran agama, namun kaumnya tidak menghiraukannya. Syu'aib
menceritakan pada kaumnya kisah-kisah utusan-utusan Allah terdahulu yaitu
kaum Nuh, Hud, Shaleh, dan Luth yang paling dekat
dengan Madyan yang telah dibinasakan Allah karena enggan mengikuti ajaran nabi.
Namun, mereka tetap enggan, akhirnya Allah menghancurkan kaum Madyan
dengan bencana melalui doa Syu'aib.
Dakwah
Ketika berdakwah bagi kaum Madyan, Nabi Syu'aib menerima
ejekan masyarakat yang tidak mau menerima ajarannya karena mereka enggan
meninggalkan sesembahan yang diwariskan dari nenek moyang kepada mereka. Namun,
Syu'aib tetap sabar dan lapang dada menerima cobaan tersebut. Ia tidak pernah
membalas ejekan mereka dan tetap berdakwah. Bahkan, dakwahnya semakin menggugah
hati dan akal. Dalam berdakwah kadang ia memberitahukan bahwa dia sebenarnya
sedarah dengan mereka. Hal ini memiliki tujuan agar kaumnya mau menuju jalan
kebenaran. Karena itulah ia diangkat menjadi rasul Allah yang diutus
bagi kaumnya sendiri. Nabi Syu'aib yang saat itu memiliki beberapa
pengikut, mulai mendapat ejekan kasar dari kaum lain. Bahkan ada yang
menganggapnya sebagai penyihir dan pesulap ulung.
Balasan Allah
Nabi Syu'aib mengerti bahwa kaumnya telah ditutup hatinya.
Ia berdoa kepada Allah agar diturunkan azab pada kaum Madyan. Allah mengabulkan
doa Syu'aib dan menimpakan azab melalui beberapa tahap.
Kaum Madyan pada awalnya diberi siksa Allah melalui udara
panas yang membakar kulit dan membuat dahaga. Saat itu, pohon dan bangunan
tidak cukup untuk tempat berteduh mereka. Namun, Allah memberikan gumpalan awan
gelap untuk kaum Madyan. Kaum Madyan pun menghampiri awan itu untuk berteduh
sehingga mereka berdesak-desakan dibawah awan itu. Hingga semua penduduk
terkumpul, Allah menurunkan petir dengan suaranya yang keras di atas mereka.
Saat itu juga Allah menimpakan gempa bumi bagi mereka, menghancurkan
kota dan kaum Madyan
13. Nabi Ayub a.s
Nabi Ayyub a.s. adalah putra Nabi Ishak a.s. Beliau adalah Nabi yang kaya raya yang
memiliki banyak anak dan harta benda, serta pemurah pada fakir miskin dan
membantu anak yatim. Beliau juga terkenal sebagai seorang yang tabah dan sabar.
Walaupun Nabi Ayyub a.s. kaya raya akan
tetapi beliau tetap teguh beriman pada Allah s.w.t. Itulah sebabnya setan ingin
menggoda Nabi Ayyub a.s. agar lemah iman.
Beliau mula-mula mendapat cobaan dengan
musnahnya harta beliau hingga jadi miskin, namun beliau tetap tabah. Kemudian
Nabi Ayyub a.s. mendapat cobaan lagi dengan meninggalnya putra-putra beliau,
dan beliaupun tetap tabah menghadapi cobaan ini. Cobaan selanjutnya beliau
jatuh sakit berat, sehingga kerabat dan sanak keluarga menjauhi beliau. Begitu
juga karena digoda setan, istri beliau yang bernama Rahmah meninggalkan beliau
pula dalam keadaan sakit berat.
Dalam keadaan sakit itu beliau berniat akan memukul istri beliau itu bila
telah sembuh nanti. Dan atas kekuasaan Allah s.w.t. Nabi Ayyub a.s. dapat sembuh
lagi seperti sedia kala. Istri beliau datang pula dan beliau akan melaksanakan
janji untuk memukul istrinya sebanyak 100 kali. Lalu beliau mengumpulkan lidi
sebanyak 100 dipa dan memukulnya kepada istri beliau sekaligus dan pelan. Nabi
Ayyub a.s. tidak memukul istrinya berturut-turut, tetapi memukulnya sekaligus
dengan 100 kali.
Nabi Ayub bersumpah dalam
sakitnya, bahwa ia akan memukul istrinya dengan 100 kali dera jika ia sembuh,
karena istrinya pergi untuk salah satu tugas dan lambat menjalankan tugas itu.
Berhubung istrinya itu baik pelayanannya terhadap Ayyub, maka Allahmenghalalkan sumpahnya dengan sesuatu yang remeh, yaitu dengan menyuruh Ayub mengambil seikat tali jerami atau semacam itu dan memukulkannya sekali kepada istrinya, dan ini sama dengan pukulan seratus kali dera. Dengan sedemikian hingga, terlaksanalah sumpahnya, yang menjadi jalan keluar bagi siapa yang bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, terutama dalam hak istrinya yang saleh dan sabar.
Berhubung istrinya itu baik pelayanannya terhadap Ayyub, maka Allahmenghalalkan sumpahnya dengan sesuatu yang remeh, yaitu dengan menyuruh Ayub mengambil seikat tali jerami atau semacam itu dan memukulkannya sekali kepada istrinya, dan ini sama dengan pukulan seratus kali dera. Dengan sedemikian hingga, terlaksanalah sumpahnya, yang menjadi jalan keluar bagi siapa yang bertakwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, terutama dalam hak istrinya yang saleh dan sabar.
Istri beliau
sebenarnya wanita yang baik dan taat, dia berbuat demikian karena digoda setan.
Selanjutnya mereka hidup dengan umat mereka dengan aman dan damai serta
mendapat berkat dari Allah s.w.t.
14. Nabi Zulkifli a.s
Zulkifli (bahasa Arab: ذو الكفل, Dhū'l-Kifl)
(sekitar 1500-1425 SM) adalah salah satu nabi dalam ajaran Islam yang diutus
kepada kaum Amoria di Damaskus. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1460 SM dan
diutus untuk mengajarkan tauhid kepada kaumnya yang menyembah berhala supaya
menyembah Tuhan Yang Maha Esa, taat beribadah, dan membayar zakat. Ia memiliki
2 orang anak dan meninggal ketika berusia 95 tahun di Damaskus Syiria. Namanya
disebutkan sebanyak 2 kali di dalam Al-Qur'an. Nama Zulkifli
ia dapat ketika pada suatu hari, Raja mengumpulkan rakyatnya dan bertanya,
"Siapakah yang sanggup berlaku sabar, jika siang berpuasa dan jika malam
beribadah?" Tak ada seorang pun yang berani menyatakan kesanggupannya.
Menurut Mufassirin, akhirnya seorang anak muda yang bernama
asli Basyar mengacungkan tangan dan berkata ia sanggup melakukan itu.
Sejak saat itulah ia dipanggil dengan julukan Zulkifli yang artinya 'Sanggup'.
Menjadi Raja
Suatu ketika, raja di negeri Rom saat itu, Nabi
Ilyasa sudah semakin tua. Karena tak memiliki calon pengganti, raja mengadakan
sayembara kepada kaum Rom, bahwa siapapun yang berpuasa di siang hari,
beribadah di malam hari, dan tidak melakukan marah, ia akan diangkat menjadi
raja.
Gangguan setan
Allah mengangkatnya sebagai nabi dan rasul.
Setelah beberapa lama menjadi raja, dia memenuhi segala janjinya, sehingga Allah
memberinya ujian kepadanya dengan setan yang berkeinginan untuk menggoyahkan
imannya.
Suatu ketika, setan menjelma sebagai musafir lelaki tua.
Keinginannya adalah membuat marah Zulkifli. Ia memaksa penjaga untuk dapat
masuk istana dan menemui Zulkifli pada larut malam. Lelaki tua itu diizinkan
masuk oleh penjaga istana. Dalam pertemuan tersebut, setan mengadu kepada
Zulkifli tentang kekejaman orang lain terhadap dirinya. Namun Zulkifli
menyuruhnya untuk datang besok malam ketika kedua belah pihak sudah merasa siap
untuk bertemu. Namun musafir tersebut mengingkarinya dan malah datang pagi
hari.
Keesokan harinya, musafir tersebut datang dan mengadu
seperti pada malam sebelumnya. Maka Zulkifli menyuruhnya untuk datang pada
malam hari saja. Lelaki itu berjanji dengan bersungguh-sungguh pada Zulkifli
untuk datang pada malam hari. Namun ia mengingkarinya.
Pada hari yang ketiga, musafir itu datang lagi. Pada kali
ini, tidak ada tanggapan dari Zulkifli. Maka setan itu tersebut menyelinap
menembus pintu dan menunjukkan dirinya kepada Zulkifli. Zulkifli sangat
terkejut melihat jelmaan setan tersebut. Lalu dia pun mengtahui bahwa musafir
itu adalah setan yang mencoba membuatnya marah namun setan itu gagal. Karena
keberhasilan Zulkifli menahan amarah, maka oleh Allah ia diangkat sebagai
seorang nabi
Kaum Rom
Nabi Zulkifli diutus oleh Allah kepada kaum Rom agar selalu
mengingat satu Tuhan dan tidak menyembah berhala. Suatu ketika terjadi
pemberontakan di negerinya oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah dan
terjadilah perang. Lalu raja Dzulkifli memerintahkan para tentara dan
seluruh rakyatnya untuk meju ke medan pertempuran yang sedang terjadi, namun
rakyatnya tak bernyali untuk berperang, mereka takut gugur di medan perang.
15. Nabi Musa a.s
Nabi Musa dilahirkan di Negeri Mesir pada masa pemerintahan
Raja Firaun, ibunya bernama Yukabad dan ayahnya bernama Imran bin Yashar. Raja
Firaun seorang Raja yang lalim dan kejam. Waktu itu dikeluarkan undang-undang
apabila ada bayi lahir laki-laki, harus dibunuh dan apabila lahir bayi wanita
dibiarkan hidup saja. Ketika Musa lahir, ibunya takut sekali, ia khawatir Musa
akan dibunuh tetapi Allah SWT memberikan ilham agar bayi itu ditaruh di dalam
peti kemudian dihanyutkan ke sungai Nil. Akhirnya, peti yang berisi bayi itu ditemukan
oleh Asyiyah istri Firaun. Asyiyah memohon kepada suaminya agar bayi itu tidak
dibunuh, tetapi dijadikan anak angkat saja. Setelah Musa dewasa, ia tidak
senang melihat kekuasaan Firaun yang sewenang-wenang. Bahkan Firaun telah
menganggap dirinya sebagai Tuhan. Untuk memberantas kekejaman Firaun, Allah SWT
mengangkat Musa menjadi Nabi dan Rasul. Nabi Musa menerima wahyu dan kitab suci
Taurat. Sebagai seorang utusan Allah beliau diberi Mukjizat. Pengikut Nabi Musa
semakin banyak sehingga Raja Firaun tambah khawatir. Nabi Musa dan pengikutnya
dikejar-kejar sampai ke tepi laut merah.
Setelah Nabi Musa sampai di tepi Laut Merah dipukulkan tongkatnya ke laut, seketika laut menjadi kering sehingga dapat dilewati, para pengikut Raja Firaun telah berada di belakangnya. Musa lalu memukulkan kembali tongkatnya ke laut, maka tanah tersebut menjadi lautan lagi. Pasukan Firaun tergulung air laut dan mati semuanya. Selanjutnya Nabi Musa tinggal di Palestina. Di Palestina beliau menyebarkan agama Allah. Suatu hari terjadi pembunuhan karena berebut warisan, mereka mencari pembunuhnya. Nabi Musa memerintahkan mencari lembu betina, setelah lembu itu disembelih diambilnya sebagian tubuh hewan itu. Kemudian dipukulkan apada orang yang mati, orang yang mati tersebut langsung hidup kembali lalu menunjukkan siapa pembunuhnya.
Setelah Nabi Musa sampai di tepi Laut Merah dipukulkan tongkatnya ke laut, seketika laut menjadi kering sehingga dapat dilewati, para pengikut Raja Firaun telah berada di belakangnya. Musa lalu memukulkan kembali tongkatnya ke laut, maka tanah tersebut menjadi lautan lagi. Pasukan Firaun tergulung air laut dan mati semuanya. Selanjutnya Nabi Musa tinggal di Palestina. Di Palestina beliau menyebarkan agama Allah. Suatu hari terjadi pembunuhan karena berebut warisan, mereka mencari pembunuhnya. Nabi Musa memerintahkan mencari lembu betina, setelah lembu itu disembelih diambilnya sebagian tubuh hewan itu. Kemudian dipukulkan apada orang yang mati, orang yang mati tersebut langsung hidup kembali lalu menunjukkan siapa pembunuhnya.
Suatu ketika Nabi Musa
diperintahkan agar belajar ilmu pada Nabi Khidir AS, tujuannya agar tidak lupa
diri, sombong, dan mengaku dirinya yang paling pintar. Akhirnya Nabi Musa
menyadari bahwa Nabi Khidir ternyata lebih pandai dari pada dirinya. Nabi Musa
wafat pada usia 123 tahun dan Nabi Musa wafat setelah tugas kenabiannya telah
selesai.
Mukjizat Nabi Musa adalah :
Tongkatnya dapat berubah menjadi ular yang besar.
Tongkatnya dapat mengeringkan lautan bila dipukulkan.
Tongkatnya dapat memancarkan air dari batu bila dipukulkan.
Dapat menghidupkan orang yang telah mati dengan seizing
Allah SWT.
16. Nabi Harun a.s
Harun (Bahasa Arab هارو, Inggris:Aaron) (sekitar 1531-1408
SM) adalah salah seorang nabi yang telah diminta oleh Nabi Musa pada Allah dalam
membantu memperkembangkan agama Allah. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1450
SM. Ia ditugaskan berdakwah kepada para Firaun Mesir dan Bani
Israil di Sina, Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 19 kali di dalam
Al-Quran dan wafat di Tanah Tih. Harun adalah kakak kandung dari Musa,
maka silsilahnya adalah sebagai berikut Harun bin Imran bin Qahits bin Lawi
bin Yaʿqub bin Ishak bin Ibrahim. Menurut situs web
scribd.com, silsilahnya adalah sebagai berikut, Harun bin Imran bin Fahis bin
'Azir bin Lawi bin Yaqub bin Ishaq bin Ibrahim bin
Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad
bin Syam bin Nuh.
Dia ialah kakak Nabi Musa, diutus untuk membantu Musa
memimpin Bani Israel ke jalan yang benar. Firman Allah bermaksud: “...dan Kami
telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun
menjadi seorang nabi.”
Harun dilahirkan tiga tahun sebelum Musa. Harun merupakan
putra sulung Amram dari suku Lawwy. Ia merupakan nabi yang diutus kepada Bani
Israel ketika menggembara di Mesir, dengan menggantikan peran Musa untuk
sementara ketika harus melarikan diri ke negeri Midian. Ia yang fasih berbicara
dan mempunyai pendirian tetap sering mengikuti Musa dalam menyampaikan dakwah
kepada Firaun, Hamman dan Qarun. Nabi Musa sendiri mengakui saudaranya fasih
berbicara dan berdebat, seperti diceritakan al-Quran: “Dan saudaraku Harun, dia
lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku
untuk membenarkan (perkataan) ku, sesungguhnya aku khawatir mereka akan
berdusta.” Selama ditinggal Nabi Musa untuk bersemedi di Thur Sina, Harun juga
diberikan amanah untuk mengawasi dan memimpin penduduk Bani Israel dari
perbuatan mungkar, dan juga menyekutukan Allah dengan benda lain. Musa berkata
kepada Harun: “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku dan perbaikilah, jangan
kamu mengikuti jalan orang yang melakukan kerusakan.”
Bagaimanapun, selama kepergian Musa ke Thur Sina, berlaku
ujian terhadap Bani Israel. Sebagian mereka menyekutukan Allah dengan
menyembah anak lembu yang terbuat
dari emas oleh Samiri. Mereka menyembah patung lembu itu setelah
terpedaya dengan tipu muslihat Samiri yang menjadikannya bisa berbicara. Harun
sudah mengingatkan mereka bahwa perbuatan itu adalah dosa besar, namun segala
nasihat dan amaran berkaitan dengan itu tidak dipedulikan.
Selepas menyepi selama 40 hari untuk menerima panggilan
Ilahi, Musa kembali kepada kaumnya dan sungguh terkejut dengan perbuatan
menyembah patung sapi itu. Musa bukan saja marah kepada kaumnya, malah
Harun sendiri turut ditarik kepala dan janggutnya. Musa bertanya kepada Harun:
“Wahai Harun, apa yang menghalangi engkau dari mencegah mereka ketika engkau
melihat mereka sesat? Apakah engkau tidak mengikuti aku atau engkau menduharkai
perintahku?”. Harun berkata: “Wahai saudaraku, janganlah engkau merenggut
janggutku dan janganlah engkau menarik kepalaku, sesungguhnya aku takut engkau
akan berkata, “engkau mengadakan perpecahan dalam Bani Israel dan engkau tidak
memelihara perkataanku.” Kemudian Musa mendapatkan Samiri, lalu berkata:
“Pergilah kamu dari sini bersama pengikutmu. Patung sapi itu yang
menjadi tuhanmu akan aku bakar, kemudian aku akan hanyutkan ke dalam laut. Kamu
dan pengikutmu pasti mendapat azab.”
Nabi Harun hidup selama 122
tahun. Dia wafat 11 bulan sebelum kematian Musa, di daerah al Tiih, yaitu
sebelum Bani Israil memasuki Palestina. Mengenai Bani Israel,
mereka memang keras kepala, banyak permasalahan dan sulit dipimpin, namun
dengan kesabaran Musa dan Harun, mereka dapat dipimpin supaya mengikuti syariat
Allah, seperti terkandung dalam Taurat ketika itu.
17. Nabi Daud a.s
Sesudah Nabi Musa dan Nabi Harun
wafat, kaum Bani Israil dipimpin oleh Yusya’ bin Nun. Kepemimpinan Yusya’ bin
Nun itu mereka dapat menguasai tanah Palestina dan bertempat tinggal di istana.
Namun setelah Yusya’ bin Nun meninggal, mereka terpecah belah. Isi kitab Taurat
berani mereka rubah dan ditambah-tambah. Mereka suka bersaling pendapat
akhirnya hilanglah kekuatan persatuan mereka. Tanah Palestina diserbu dan
dikuasai bangsa lain. Bani Israil menjadi bangsa jajahan yang tertindas. Mereka
merindukan datangnya seorang pemimpin yang tegas dan gagah berani untuk
berperang melawan penjajah.
Pada suat hari mereka pergi menemui Nabi Samuel untuk minta
petunjuk. “Wahai Samuel“, kata mereka. “Angkatlah salah seorang di antara kami
sebagai Raja yang akan memimpin kita berperang melawan penjajah”. “Aku khawatir
bila sudah mendapat pemimpin yang dipilih Allah kalian justru tidak mau berangkat
berperang”, kata Nabi Samuel. “Kita sudah lama menjadi bangsa tertindas”, kata
mereka. Kita tidak mau menderita lebih lama lagi. Kita harus menegakkan agama
Allah. Karena terdesak oleh kaumnya, Nabi Samuel kemudian berdoa kepada Allah.
Doanya dikabulkan dan Thalut diangkat sebagai raja yang memimpin mereka.
Ketika Daud Menjadi Raja
Disamping menjadi menantu Raja, Daud juga diangkat sebagai
penasihatnya. Ia dihormati semua orang, bahkan rakyatnya seolah lebih
menghormati Daud dari pada Thalut. Hal ini membuat Thalut iri hati. Ia berusaha
mencelakakan Daud ke medan perang yang sulit. Daud ditugaskan membasmi musuh
yang jauh lebih kuat dan besar jumlahnya. Namun Daud justru memenangkan
pertempuran itu dan kembali ke istana dengan disambut luapan kegembiraan
rakyatnya. Thalut makin merasa iri hati dan sakit hati atas kepopuleran Daud di
mata rakyatnya. Ia terus mencoba membunuh dan menyingkirkan Daud dengan
berbagai cara namun selalu menemui kegagalan. Daud dilindungi oleh Allah SWT.
Mukjizat Nabi Daud as
Diantara mukjizat Nabi Daud yaitu besi dapat dilunakkan
seperti lilin dan dapat dirubah sekehendaknya tanpa memakai api atau alat
apapun. Dari besi itu pula ia dapat membuat baju besi yang dikokohkan dengan
tenunan dari bulatan-bulatan rantai yang berkesinambungan jalin-menjalin. Jenis
baju ini membuat pemakainya bebas bergerak. Tidak kaku seperti baju besi yang
dibuat dari besi lembaran. Nabi Daud juga dikaruniai suara yang sangat merdu
sekali. Sedang kitab yang diturunkan kepada Nabi Daud namanya adalah kitab
Zabur yang berisikan pelajaran, peringatan, dan nyanyian pujian kepada Tuhan.
Keistimewaan Nabi Daud as
Nabi Daud as diistimewakan Allah, yaitu dengan
ditundukkannya gunung-gunung supaya bertasbih memuji Allah bersama Nabi Daud
pada waktu pagi, siang dan malam. Demikian pula burung-burung telah ditundukkan
kepada Daud untuk berkumpul memuji Allah bersama Nabi Daud as.
18. Nabi Sulaiman a.s
Nabi Sulaiman adalah salah seorang putera Nabi Daud. Sejak
ia masih kanak-kanak berusia sebelas tahun, ia sudah menampakkan tanda-tanda
kecerdasan, ketajaman otak, kepandaian berfikir serta ketelitian di dalam
mempertimbangkan dan mengambil sesuatu keputusan.
Keistimewaan Nabi Daud as
Nabi Daud as diistimewakan Allah, yaitu dengan
ditundukkannya gunung-gunung supaya bertasbih memuji Allah bersama Nabi Daud
pada waktu pagi, siang dan malam. Demikian pula burung-burung telah ditundukkan
kepada Daud untuk berkumpul memuji Allah bersama Nabi Daud as.
Sulaiman Menduduki Tahta Kerajaan Ayahnya
Sejak masih berusia muda Sulaiman telah disiapkan oleh Daud
untuk menggantikannya untuk menduduki tahta singgahsana kerajaan Bani Isra'il.
Abang Sulaiman yang bernama Absyalum tidak merelakan dirinya dilangkahi oleh adiknya .Ia beranggapan bahawa dialah yang sepatutnya menjadi putera mahkota dan bukan adiknya yang lebih lemah fizikalnya dan lebih muda usianya srta belum banyak mempunyai pengalaman hidup seperti dia. Kerananya ia menaruh dendam terhadap ayahnya yang menurut anggapannya tidak berlaku adil dan telah memperkosa haknya sebagai pewaris pertama dari tahta kerajaan Bani Isra'il.
Abang Sulaiman yang bernama Absyalum tidak merelakan dirinya dilangkahi oleh adiknya .Ia beranggapan bahawa dialah yang sepatutnya menjadi putera mahkota dan bukan adiknya yang lebih lemah fizikalnya dan lebih muda usianya srta belum banyak mempunyai pengalaman hidup seperti dia. Kerananya ia menaruh dendam terhadap ayahnya yang menurut anggapannya tidak berlaku adil dan telah memperkosa haknya sebagai pewaris pertama dari tahta kerajaan Bani Isra'il.
Mukjizat nabi sulaiman a.s
Salah satu keahlian Nabi Sulaiman yang paling menonjol
adalah kemampuannya berkomunikasi dengan binatang. Dia juga merupakan raja yang
sangat bijaksana, kekuasaannya bahkan mencakup bangsa jin.
19. Nabi Ilyas a.s
Ilyas (bahasa Arab: إلياس ) (sekitar 910-850 SM) adalah
seorang utusan Allah. Ilyas merupakan keturunan ke-4 dari
Nabi Harun. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 870 SM dan ditugaskan
berdakwah kepada orang-orang Finisia dan Bani Israel yang
menyembah berhala bernama Baal di Kota Baalbak, Syam.
Kota Baalbak diambil dari nama berhala yang mereka sembah. Namanya disebutkan
sebanyak 2 kali di dalam Al-Quran. Menurut kisah Islam ia tidak wafat tapi
diangkat ke sisi Allah.
Nabi IlYas telah diutus oleh Allah Swt. untuk
mengingatkan kaum Bani Israil yang kufur,yaitu penduduk negeri Baalbek, sebuah
darah di Libanon. Mereka menyembah berhala bernama Baal. Ilyas merupakan
keturunan keempat Nabi Harun. Ia adalah putra Yasin bin Fanhash bin Aizar bin
Harun. Ia berdakwah agar kaumnya mau meninggalkan kebiasaan buruk mereka
menyembah berhala. Berkali-kali Nabi Ilyas mengingatkan, namun mereka tidak
pernah menghiraukan. Menyadari kaumnya tidak mematuhi seruannya, Nabi Ilyas
meminta agar Allah Swt. menurunkan azab-Nya. Maka datanglah bencana kekeringan
melanda negeri Baalbek. Kisah Nabi Ilyas ini tidak banyak diceritakan dalam Al
Qur'an. Nama Ilyas hanya disebut empat kali, yaitu dalam surah al-An'am ayat 85
serta surah as-Saffat ayat 123, 129 dan 130.
Bencana kekeringan
Karena kaum Nabi Ilyas durhaka, Allah Swt. menurunkan azab
berupa kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Semua tanaman dan
hewan mati karena kelaparan. Kaum Nabi Ilyas akhirnya menyadari kesalahan
mereka. Mereka bersedia meninggalkan berhala dan berjanji tidak menyembahnya
lagi. Karena mereka sadar, Nabi Ilyas memohon kepada Allah Swt. agar menurunkan
hujan ke tengah- tengah kaumnya. Namun setelah menikmati kemakmuran hidup, kaum
Nabi Ilyas kembali ingkar. Mengetahui kekufuran kaumnya, Nabi Ilyas pun berdoa
agar Allah Swt. menarik kembali nikmat yang telah dicurahkan kepada kaumnya dan
mereka kembali ditimpa bencana yang lebih dahsyat daripada bencana
sebelumnya.
Berhala Baal
Nabi Ilyas mendapat tugas dari Allah Swt. untuk menyadarkan
kaum Bani Israil yang suka menyembah berhala Baal. Ilyas mengingatkan kaumnya,
bahwa berhala yang mereka sembah itu bukan tuhan yang sebenarnya. Ia juga
menyerukan agar mereka takut kepada Allah Swt. yang menciptakan alam semesta,
dan menegaskan bahwa Allah Swt. adalah Tuhan para pendahulu mereka. Namun kaum
Bani Israil mendustakan seruan Ilyas tersebut. Kisah Nabi Ilyas yang
memperingatkan kaumnya itu terdapat dalam Al-Qur'an surah as-Saffat ayat 124-
Mukjizat Nabi
Ilyas
Nabi Ilyas tinggal di lembah sungai Yordan dimana
penduduknya menyembah berhala, Nabi Ilyas menyuruh kepada mereka semua untuk
meninggalkan berhala, namun mereka tidak mengindahkannya. Bahkan menantang agar
Tuhan yang disembah Nabi Ilyas menurunkan bencana, dan akhirnya kekeringan
melanda daerah tersebut. Setelah beberapa tahun, Nabi Ilyas dapat meyakinkan
kaum tersebut untuk menyembah Allah SWT.
20. Nabi Ilyasa a.s
Ia putra dari paman
Nabi Ilyas. Melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas wafat. Karenanya dalam
berdakwah ia berpegang pada syari'at dan metode nabi Ilyas. Al Qur'an tidak
menguraikan tentang Nabi Ilyasa. Hanya dijelaskan. Nabi ini termasuk hamba
Allah yang terbaik. Konon nabi inilah yang disebut dalam kitab Taurat. Di
antara mukjizatnya adalah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
Ilyasa adalah rasul dari kalangan
Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun serta Ilyas. Nama
Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan
bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di
seputar lembah sungai Yordania. Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa
masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu
menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi sahabat Ilyas yang
selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas
tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia
ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas
wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan
Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa
tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau
mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.
21. Nabi Yunus a.s
Beliau adalah Nabi yang mulia yang bemama Yunus bin Mata.
Nabi Muhammad saw berkata: "Janganlah kalian membanding-bandingkan aku
atas Yunus bin Mata."
Berdakwah di Ninawa
Yunus bin Mata diutus oleh Allah untuk menghadapi penduduk
Ninawa, suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan
kejahatan. Secara berulang kali Yunus memperingatkan mereka, tetapi mereka
tidak mau berubah, apalagi karena Yunus bukan dari kaum mereka. Hanya ada 2
orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil adalah
seorang yang alim bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan
sederhana.
Penolakan penduduk Ninawa
Ajaran-ajaran Nabi Yunus itu bagi para
penduduk Ninawa merupakan hal yang baru yang belum pernah mereka
dengar sebelumnya. Karenanya mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan
ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang
sudah menjadi adat kebiasaan mereka turun temurun. Apalagi
pembawa agama itu adalah seorang asing tidak seketurunan dengan
mereka.
Mereka berkata kepada Nabi Yunus: "Apakah kata-kata
yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apakah yang engkau anjurkan kepada kami
tentang agama barumu itu? Inilah tuhan-tuhan kami yang sejati yang kami sembah
dan disembahkan oleh nenek moyang kami sejak dahulu. Alasan apakah yang
membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami
dan menggantikannya dengan agama barumu? Engkau adalah orang asing yang datang
pada kami agar kami mengubah keyakinan kami. Apakah kelebihanmu sehingga
mengajari dan menggurui kami. Hentikan perbuatan sia-siamu itu. Penduduk Ninawa
tidak akan mengikutimu karena kami teguh dengan ajaran moyang kami". Nabi
Yunus berkata: " Aku hanya mengajakmu beriman dan bertauhid sesuai dengan
amanah Allah yang wajib kusampaikan padamu. Aku hanyalah pesuruh Allah yang
ditugaskan mengeluarkanmu dari kesesatan dan menuntunmu di jalan yang lurus.
Aku sekali-kali tidak mengharapkan upah atas apa yang kukerjakan ini. Aku tidak
bisa memaksamu mengikutiku. Namun jika kamu tetap bertahan pada aqidah moyangmu
itu, maka Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebenaran akan risalahku dengan
menurunkan adzab yang pedih padamu, seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum
kamu, yaitu kaum Nuh, Aad, dan Tsamud. Mereka menjawab dengan menantang:
"Kami tetap tidak akan mengikuti kemauanmu dan tidak takut ancamanmu.
Tunjukkan ancamanmu jika kamu termasuk orang yang benar!" Nabi Yunus tidak
tahan lagi dengan kaum Ninawa yang keras kepala. Ia pergi dengan marah dan
jengkel sambil meminta Allah menghukum mereka.
Penduduk Ninawa bertobat
Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa gelisah, karena mendung
gelap, binatang peliharaan mereka gelisah, wajah mereka pucat pasi, dan angin
bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh. Mereka takut ancaman Yunus
benar-benar terjadi atas mereka. Akhirnya mereka sadar bahwa Yunus adalah orang
yang benar, dan ajaran Islam Dari Allah s.w.t. Mereka kemudian beriman dan
menyesali perbuatan mereka terhadap Yunus. Mereka lari tunggang langgang dari
kota mencari Yunus sambil berteriak meminta pengampunan Allah atas dosa mereka.
Allah Yang Maha Pemaaf-pun mengampuni mereka, dan segera seluruh keadaan pulih
seperti sedia kala. Penduduk Ninawa kemudian tetap berusaha mencari Yunus agar
ia bisa mengajari agama dan menuntun mereka di jalan yang benar.
Yunus ditelan ikan Nun
Keadaan Yunus setelah pergi dari Ninawa tidak menentu. Ia
mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya ia tiba
di sebuah pantai, dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Ia
menumpang kapal itu, dan ketika telah berlayar tiba-tiba terjadi badai yang
hebat. Kapal bergoncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban
dengan membuang salah seorang di antara mereka ke laut. Undian pertama jatuh
pada Yunus, namun undian diulang karena penumpang merasa Yunus tidak layak
dibuang sedang ia orang yang mulia. Tapi pada pengulangan yang kedua, dan
ketiga, tetap nama Yunus yang keluar. Yunus sadar itu adalah kehendak Allah, ia
kemudian rela menjatuhkan diri ke laut. Allah kemudian mengirim ikan Nun (paus)
untuk menelan Yunus. Di dalam perut ikan Nun, Yunus bertobat meminta ampun dan
pertolongan Allah, ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata: "Laa ilaaha
illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minadzh dzhalimiin (Tiada tuhan melainkan
Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat
dhalim)" Allah mendengar doa Yunus, dan Memerintahkan ikan nun
mendamparkan Yunus di sebuah pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan
pohon labu, agara Yunus yang kurus dan lemah tak berdaya dapat bernaung dan
memakan buahnya. Setelah pulih, ia diperintahkan kembali ke Ninawa, dimana ia
kemudian kaget melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada
Allah. Yunus kemudian mengajari mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka.
22. Nabi Zakaria a.s
Masa yang dialami oleh Nabi Zakaria adalah masa yang aneh di
mana banyak hal yang berlawanan yang berhadap-hadapan dan saling bertentangan
serta terlibat pertarungan yang tidak pernah padam. Keimanan kepada Allah SWT
bercahaya di mesjid yang besar di Baitul Maqdis, sedangkan kebohongan memenuhi
pasar-pasar Yahudi yang bersebelahan dengan mesjid itu. Sudah menjadi tradisi
dunia bahwa segala sesuatu yang bertentangan mesti saling berhadapan pada:
kebaikan dengan kejahatan, cahaya dengan kegelapan, kebenaran dengan
kebohongan, para nabi dengan para pembangkang
Nabi Zakariya adalah keturunan Nabi Sulaiman. Ia
diutus pada kaum Bani Israil. Sudah sejak lama Nabi Zakariya mendambakan
seorang anak. Namun keinginannya belum juga terpenuhi walau ia sudah tua. Suatu
hari datanglah janda Imron menyerahkan bayi perempuannya (Maryam) pada Nabi
Zakariya untuk diasuh dan dibesarkan sesuai dengan nazarnya. Nabi Zakariya dan
para imam Baitul Maqdis terkejut akan hal itu, sebab janda Imron sudah tua dan
rasanya tidak mungkin memperoleh anak. Namun setelah mendapat penjelasan dari
janda Imron bahwa kehamilannya ialah kehendak Allah SWT, merekapun mengerti.
Mendambakan anak
Nabi Zakaria, yaitu ayah Nabi Yahya sadar banyak
anggota keluarganya dari Bani Israil merupakan orang yang tidak
beradab dan gemar bermaksiat karena kedangkalan iman mereka. Ia khawatir bila
tiba ajal dan tidak mempunyai keturunan yang dapat memimpin kaumnya, sehingga
mereka akan semakin merajalela dan sangat mungkin mengadakan
perubahan-perubahan di dalam kitab suci Taurat dan menyalahgunakan
hukum agama.
Kecemasan itu mengusik pikiran Zakaria, dan ia sedih karena
belum juga mempunyai keturunan walau telah berusia 90 tahun. Ia agak terhibur
ketika mengasuh Maryam yang dianggap sebagai anak kandungnya sendiri. Akan
tetapi rasa sedihnya dan keinginanya untuk memperoleh keturunan timbul kembali
ketika ia menyaksikan mukjizat hidangan makanan di mihrab Maryam. Ia berfikir
di dalam hatinya bhawa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Allah yang
telah memberi rezeki kepada Maryam dalam keadaan seorang diri dan tidak
berdaya. Allah pasti berkuasa memberinya keturunan bila dengan kehendak-Nya
walaupun usianya sudah lanjut dan rambutnya sudah penuh uban.
Berdoa kepada Allah
Pada suatu malam yang telah larut,
Zakaria duduk di mihrabnya mengheningkan cipta kepada Allah dan bermunajat
serta berdoa dengan khusyuk dan yakin. Dengan suara yang lemah lembut dia
berdoa: "Ya Tuhanku, berikanlah aku seorang putera yang akan mewarisiku
dan mewarisi sebahagian dari keluarga Ya'qub, yang akan meneruskan pimpinan dan
tuntunanku kepada Bani Isra'il. Aku cemas sepeninggalku nanti anggota-anggota
keluargaku akan rusak kembali aqidah dan imannya bila aku tinggalkan tanpa
seorang pemimpin yang akan menggantikanku. Ya Tuhanku, tulangku telah menjadi
lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, sedang isteriku adalah seorang
perempuan mandul. Namun kekuasaanmu tidak terbatas, dan aku berdoa Engkau
berkenan mengkaruniakan seorang anak yang shaleh dan Engkau ridhoi padaku.
Allah mengabulkan doa Zakaria
Kemudian Allah menjawab doa Zakaria dan berfirman: “Wahai
Zakaria, kami sampaikan kabar gembira padamu, kamu akan mendapatkan seorang
anak laki-laki bernama Yahya yang shaleh dan membenarkan kitab-kitab Allah,
menjadi pemimpin yang dianut, menahan diri dari nafsu dan godaan syaitan, dan
kelak akan menjadi seorang Nabi.” Kemudian Zakaria berkata: “Ya Allah,
bagaimana aku dapat memperoleh keturunan sedang istriku seorang yang mandul dan
akupun sudah lanjut usia.” Allah berfirman: “Hal demikian itu adalah mudah
bagi-Ku. Tidakkah telah Ku-ciptakan kamu, sedangkan waktu itu kamu tidak ada
sama sekali.”
23. Nabi
Yahya a.s
Nabi Yahya As adalah putra dari Nabi Zakariya As. dan
kelahirannya dikabarkan oleh Malaikat Jibril. ([Qur'an 19:7], [Qur'an
3:39]). Nabi Yahya As adalah sepupu dari nabi Isa as.
Nabi Yahya AS hidup pada saat Yerussalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi (4 SM - 39 M) dengan Herodus sebagai penguasa setempat. Suatu ketika Raja Herodus berencana menikahi anak tirinya, Herodia. Tapi Yahya mengetahui rencana itu. Maka ia segera mengeluarkan fatwa larangan, karena menurut hukum Taurat, anak tiri haram dinikahi. Tapi Herodia tidak ingin pernikahannya gagal. Maka ia meminta Raja Herodus membunuh Yahya. Raja Herodus segera menangkap Yahya dan memasukkannya ke penjara. Akhirnya Yahya dibunuh oleh Raja Herodus untuk memenuhi permintaan kekasihnya itu.
Nabi Yahya AS hidup pada saat Yerussalem berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi (4 SM - 39 M) dengan Herodus sebagai penguasa setempat. Suatu ketika Raja Herodus berencana menikahi anak tirinya, Herodia. Tapi Yahya mengetahui rencana itu. Maka ia segera mengeluarkan fatwa larangan, karena menurut hukum Taurat, anak tiri haram dinikahi. Tapi Herodia tidak ingin pernikahannya gagal. Maka ia meminta Raja Herodus membunuh Yahya. Raja Herodus segera menangkap Yahya dan memasukkannya ke penjara. Akhirnya Yahya dibunuh oleh Raja Herodus untuk memenuhi permintaan kekasihnya itu.
Yahya Menentang Herodes
Pada masa itu, Herodes seorang
penguasa Palestina merencanakan akan menikah dengan kemenakannya sendiri
yaitu Hirodia. Hirodia sendiri merasa senang jika diperistri oleh seorang raja.
Yahya melarang pernikahan ini karena bertentangan dengan syariat kitab Taurat
dan Zabur. Seluruh istana pun gempar, mereka setuju dengan pendapat Yahya.
Sehingga membuat raja menjadi malu dan murka, kemudian ia dan Hirodia berusaha
mencari jalan untuk membungkam mulut Yahya dengan cara apapun. Dikisahkan bahwa
Yahya belum pernah menikahi seorang wanita, karena dia sudah terbunuh di usia
muda dan dianggap sebagai nabi yang telah mati syahid.Ia mati syahid karena
telah dipenggal oleh sang raja atas keinginan keponakannya tersebut
24. Nabi Isa a.s
Maryam sejak kecil diasuh oleh mendiang nabi zakaria,
ia seorang gadis yang baik budi pekertinya, sesudah menginjak usia dewasa ia
selalu mengurung diri di tempat ibadah. Sama sekali tak pernah berhubungan
dengan orang lain. Pada suatu hari nabi zakaria menengok Maryam di tempatnya,
ia terkejut melihat aneka buah – buahan yang ada dalam kamarnya. Maryam
menjelaskan bahwa semua itu adalah karunia Allah swt. Nabi Zakaria percaya akan
hal itu, memang tidak mustahil Maryam yang suci, taqwa dan tunduk pada perintah
allah itu sehingga mendapat karunia berupa makanan dari sorga.
Pada suatu hari Maryam kedatangan malaikat yang mengatakan bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan anak laki – laki yang nantinya akan menjadi nabi dan Rasul. Setalah kedatangan Malaikat dan mendengar perkataannya bahwa Maryam akan mengandung, maka Maryam menjadi heran, bagaimana bisa ia mengandung padahal ia adalah seorang yang masih perawan, belum pernah bersuami akan mempunyai anak. Malaikat menjawab bahwa jika Allah menghendaki sesuatu cukuplah berkata : “jadilah” maka kehendak Nya pua akan jadi.
Pada suatu hari Maryam kedatangan malaikat yang mengatakan bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan anak laki – laki yang nantinya akan menjadi nabi dan Rasul. Setalah kedatangan Malaikat dan mendengar perkataannya bahwa Maryam akan mengandung, maka Maryam menjadi heran, bagaimana bisa ia mengandung padahal ia adalah seorang yang masih perawan, belum pernah bersuami akan mempunyai anak. Malaikat menjawab bahwa jika Allah menghendaki sesuatu cukuplah berkata : “jadilah” maka kehendak Nya pua akan jadi.
Maryam Mengasingkan Diri
Ternayata betul, tidak beberapa lama kemudian Maryam hamil,
segera saja ia jadi bahan pergujingan masyarakat di sekitarnya, ia dianggap
telah berbuat serong dengan lelaki lain. Sungguh tuduhan ini merupakan
hal yang menyakitkan bagi Maryam. Inilah salah satu dari ujian berat yang harus
dihadapi dengan iman yang teguh. Ia mengasingkan diri dari keramaian untuk
menghindari cemohan masyarakat, tak lama ia melahirkan bayinya di
bawah pohon kurma yang di berkahi Allah swt. Bayinya lahir dengan selamat,
sesudah itu pula kesehatannya pulih, Maryam kembali ke rumahnya dengan membawa
anak bayinya itu.
Sang Bayi Yang Menjelaskan semuanya
Berbagai pendapat dan tuduhan yang ditujukan kepada Maryam,
bagaimana ia seorang perawan yang tekun beribadah bisa melahirkan seorang
anak.? “tanyakanlah pada bayi itu sendiri.! Kata Maryam menjawab pertanyan
orang – orang di sekelilingnya. Walau merasa ragu dan menganggap Maryam tak
waras mereka bertanya pula kepada Isa, anak Maryam yang masih bayi itu. Tak
disangka Isa yang masih bayi itu menjawab atas kehendak Allah swt “
Aku; adalah hamba Allah,”akan diturunkan kepadaku Kitab Injil. Allah telah
memilihku menjadi seorang Nabi, yang akan menjadi orang dan mendatangkan berkah
serta mengajar untuk kebaikkan, memerintahku untuk mendirikan shalat dan
membayar zakat selama hidupku, berbuat baik kepada orang tuaku, tidak sombong
pada orang lain dan tidak tenggelam dalam maksiat. Allah memberiku keselamatan
pada hari lahirku dan kematianku dan juga pada hari kebangkitan pada hari kiamat
nati. ”Dengan demikian yakinlah mereka bahwa Maryam memang suci bersih dari
tuduhan mereka selama ini.
Kenabian Isa as
Sejak kecil Isa sudah menampakkan diri sebagai manusia
istimewa, kecerdasannya luar biasa dan setalah berumur 30 tahun ia diangkat sebagai
Nabi dan Rasul, sebelum itu telah diajarkan kepadanya Taurat dan Injil. Dengan
diangkatnya sebagai Rasul maka mulailah ia menyebarkan agama Islam kepada
kaumnya, menyeruhkan kaum Yahudi dan orang – orang Israil untuk kembali kepada
Allah, menyadarkan kesesatan mereka yang telah berani merubah Kitab Taurat
peninggalan Nabi Musa As.
Mukjizat nabi isa a.s
Kedatangan nabi Isa as dengan ajarannya yang bersih dan
benar telah membuat tokoh – tokoh agama dari kalangan rahib Bani Israil
terancam kedudukannya, maka mereka minta bukti kebenaran beliau selaku utusan
Allah. Maka Allah memberikan Mu”jizat kepada nabi Isa untuk menguatkan
ajarannya antara lain: Nabi Isa membuat mainan burung dari tanah liat, setelah
ditiup, burung itu hidup dan terbang atas seizin Allah. Beliau dapat
menyembuhkan orang buta. Beliau dapat menyembuhkan orang yang terkena sakit
sopak, dan dapat menghidupkan orang mati. Bisa menceritakan jenis makanan yang
di makan orang – orang di rumah mereka dan juga makanan yang mereka simpan dan
dapat menurunkan makanan dari langit untuk menuruti kaumnya yang minta hidangan
dari sorga.
Wafatnya Nabi Isa as
Pemerintah Romawi tidak menyukai kehadiran Nabi Isa as yang
dianggap membahayakan imperium mereka. Mereka bermaksud untuk membunuh
nabi Isa. Salah seorang murid Nabi Isa yang bernama Yudas berkhianat, dialah
yang menunjukkan tempat persembunyian nabi Isa. Tetapi Allah melindungi nabi
Isa, beliau diangkat ke langit, sedang Yudas yang berkhianat itu diserupakan
wajah dan penampilan seperti Nabi Isa, maka Yudas lah yang ditangkap dan
disalib tentara Romawi.
25. Nabi Muhammad SAW.
Kelahiran Nabi Muhammad saw. Di kala umat manusia dalam
kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya, lahirlah ke dunia dari keluarga
yang sederhana di kota Mekah. Seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar
bagi sejarah perabadan dunia. Bayi itu yatim, bapaknya yang bernama Abdullah
meninggal ± 7 bulan sebelum dia lahir. Kehadiran bayi itu disambut oleh
kakeknya Abdul Muththalib dengan penuh kasih sayang dan kemudian bayi itu dibawanya
ke kaki Ka'bah. Di tempat suci inilah bayi itu diberi nama Muhammad, suatu nama
yang belum pernah ada sebelum-nya. Menurut penanggalan para ahli, kelahiran
Muhammad itu pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau tanggal 20 April tahun
571 M.
Nabi Muhammad saw.
adalah keturunan dari Qushai pahlawan suku Quraisy yang telah berhasil
menggulingkan kekuasaan Khuza'ah atas kota Mekah. Ayahnya bernama Abdullah bin
Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdulmanaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah dari
golongan Arab Banu Ismail. lbunya bernama Aminah binti Wahab bin Abdulmanaf bin
Zuhrah bin Kilab bin Murrah.Nabi Muhammad saw. Beliau diserahkan oleh ibunya
kepada seorang perempuan yang baik Halimah Sa'diyah dari Bani Sa'ad kabilah
Hawazin, tempatnya tidak jauh dari kota Mekah. Di perkampungan Bani Sa'ad
inilah Nabi Muhammad saw. diasuh dan dibesarkan sampai berusia lima tahun.
Kematian Ibu dan Kakek
Sesudah berusia lima tahun, Muhammad saw. diantarkannya ke Mekah kembali kepada ibunya, Siti Aminah. Setahun kemudian yaitu sesudah ia berusia kira-kira enam tahun, beliau dibawa oleh ibunya ke Madinah, bersama-sama dengan Ummu Aiman, sahaya peninggalan ayahnya. Maksud membawa Nabi ke Madinah, pertama untuk memperkenalkan ia kepada keluarga neneknya Bani Najjar dan kedua untuk menziarahi makam ayahnya. Mereka tinggal di situ kira-kira satu bulan, kemudian pulang kembali ke Mekah. Dalam perjalanan mereka pulang, pada suatu tempat, Abwa' namanya, tiba-tiba Aminah jatuh sakit sehingga meninggal dan dimakamkan di situ juga. Betapa sedih hati Muhammad, dari kecil tak mengenal ayahnya kini harus berpisah pula dengan ibunya.
Sesuai dengan wasiat Abdul Muththalib, maka Nabi Muhammad saw. diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Kesungguhan dia mengasuh Nabi serta kasih sayang yang dicurahkan kepada keponakannya ini tidaklah kurang dari apa yang diberikannya kepada anaknya sendiri. Selama dalam asuhan kakek dan pamannya, Nabi Muhammad saw. menunjukkan sikap yang terpuji dan selalu membantu meringankan kehidupan mereka.
Pengalaman Penting Nabi Muhammad saw.
Ketika berumur 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mengikuti pamannya, Abu Thalib membawa barang dagangan ke Syam. Sebelum mencapai kita Syam, baru sampai ke Bushra, bertemulah kafilah Abu Thalib dengan seorang pendeta Nasrani yang alim, Buhaira namanya. Pendeta itu melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad saw. Maka dinasehatilah Abu Thalib agar segera membawa keponakannya itu pulang ke Mekah, sebab dia khawatir kalau-katau Muhammad saw. ditemukan oleh orang Yahudi yang pasti akan menganiayanya (dalam riwayat lain kaum Yahudi akan membunuhnya). Abu Thalib segera menyelesaikan dagangannya dan kembali ke Mekah.
Meningkat masa dewasa, Nabi Muhammad saw. mulai berusaha sendiri dalam penghidupannya. Karena dia terkenal orang yang jujur, maka seorang janda kaya bernama Siti Khadijah mempercayai beliau untuk membawa barang dagangan ke Syam. Dalam perjalanan ke Syam ini, beliau ditemani oleh seorang pembantu Siti Khadijah yang bernama Maisarah. Setelah selesai menjualbelikan barang dagangan di Syam, dengan memperoleh laba yang tidak sedikit, mereka pun kembali ke Mekah.
Sesudah Nabi Muhammad saw. pulang dari perjalanan ke Syam itu, datanglah lamaran dari pihak Siti Khadijah kepada beliau, lalu beliau menyampaikan hal itu kepada pamannya. Setelah tercapai kata sepakat pernikahan pun dilangsungkan, pada waktu itu umur Nabi ± 25 tahun sedang Siti Khadijah ± 40 tahun.
Akhlak Nabi Muhammad saw.
Dalam perjalanan hidupnya sejak masih kanak-kanak hingga dewasa dan sampai diangkat menjadi Rasul, beliau terkenal sebagai seorang yang jujur, berbudi luhur dan mempunyai kepribadian yang tinggi. Tak ada sesuatu perbuatan dan tingkah lakunya yang tercela yang dapat dituduhkan kepadanya, berlainan sekali dengan tingkah laku dan perbuatan kebanyakan pemuda-pemuda dan penduduk kota Mekah pada umumnya yang gemar berfoya-foya dan bermabuk-mabukan. Karena demikian jujurnya dalam perkataan dan perbuatan, maka beliau diberi julukan "Al-Amin" artinya orang yang dapat dipercaya.
Muhammad saw. Menjadi Rasul
Ketika menginjak usia empat puluh tahun, Muhammad saw. lebih banyak mengerjakan tahannuts daripada waktu-waktu sebelumnya. Pada bulan Ramadhan dibawanya perbekalan lebih banyak dari biasanya, karena akan bertahannuts lebih lama daripada waktu-waktu sebelumnya.
Pada malam 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 Masehai, di waktu Nabi Muhammad saw. sedang bertahannuts di gua Hira, datanglah Malaikat Jibril as. membawa tulisan dan menyuruh Muhammad saw. untuk membacanya, katanya: "Bacalah" : Dengan terperanjat Muhammad saw. menjawab: "Aku tidak dapat membaca". Beliau lalu direngkuh beberapa kali oleh Malaikat Jibril as. sehingga nafasnya sesak, lalu dilepaskan olehnya seraya disuruhnya membaca sekali lagi: "Bacalah" : Tetapi Muhammad saw. masih tetap menjawab: "Aku tidak dapat membaca" : Begitulah keadaan berulang sampai tiga kali, dan akhirnya Muhammad saw. berkata: "Apa yang kubaca?". Kata Jibril :
Artinya: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu teramat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena (tulisan baca). Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Surat (96) Al 'Alaq ayat 1-5).
Inilah wahyu yang pertama yang diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Dan inilah pula saat penobatan beliau sebagai Rasulullah, atau utusan Allah kepada seluruh umat manusia untuk menyampaikan risalah-Nya.
Tugas Nabi Muhammad saw.
Menurut riwayat, selama lebih kurang dua setengah tahun lamanya sesudah menerima wahyu yang pertama, barulah Rasulullah menerima wahyu yang kedua. Di kala menunggu-nunggu kedatangan wahyu kedua itu, RAsulullah diliputi perasaan cemas, dan khawatir kalau¬kalau wahyu itu putus malahan hampir saja beliau berputus asa, akan tetapi ditetap-kannya hatinya dan beliau terus bertahannuts sebagaimana biasa di Gua Hira. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit, beliau menengadah, tampaklah Malaikat Jibril as. sehingga beliau menggigil ketakutan dan segera pulang ke rumah, kemudian minta kepada Siti Khadijah supaya menyelimutinya.
Kematian Ibu dan Kakek
Sesudah berusia lima tahun, Muhammad saw. diantarkannya ke Mekah kembali kepada ibunya, Siti Aminah. Setahun kemudian yaitu sesudah ia berusia kira-kira enam tahun, beliau dibawa oleh ibunya ke Madinah, bersama-sama dengan Ummu Aiman, sahaya peninggalan ayahnya. Maksud membawa Nabi ke Madinah, pertama untuk memperkenalkan ia kepada keluarga neneknya Bani Najjar dan kedua untuk menziarahi makam ayahnya. Mereka tinggal di situ kira-kira satu bulan, kemudian pulang kembali ke Mekah. Dalam perjalanan mereka pulang, pada suatu tempat, Abwa' namanya, tiba-tiba Aminah jatuh sakit sehingga meninggal dan dimakamkan di situ juga. Betapa sedih hati Muhammad, dari kecil tak mengenal ayahnya kini harus berpisah pula dengan ibunya.
Sesuai dengan wasiat Abdul Muththalib, maka Nabi Muhammad saw. diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Kesungguhan dia mengasuh Nabi serta kasih sayang yang dicurahkan kepada keponakannya ini tidaklah kurang dari apa yang diberikannya kepada anaknya sendiri. Selama dalam asuhan kakek dan pamannya, Nabi Muhammad saw. menunjukkan sikap yang terpuji dan selalu membantu meringankan kehidupan mereka.
Pengalaman Penting Nabi Muhammad saw.
Ketika berumur 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mengikuti pamannya, Abu Thalib membawa barang dagangan ke Syam. Sebelum mencapai kita Syam, baru sampai ke Bushra, bertemulah kafilah Abu Thalib dengan seorang pendeta Nasrani yang alim, Buhaira namanya. Pendeta itu melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad saw. Maka dinasehatilah Abu Thalib agar segera membawa keponakannya itu pulang ke Mekah, sebab dia khawatir kalau-katau Muhammad saw. ditemukan oleh orang Yahudi yang pasti akan menganiayanya (dalam riwayat lain kaum Yahudi akan membunuhnya). Abu Thalib segera menyelesaikan dagangannya dan kembali ke Mekah.
Meningkat masa dewasa, Nabi Muhammad saw. mulai berusaha sendiri dalam penghidupannya. Karena dia terkenal orang yang jujur, maka seorang janda kaya bernama Siti Khadijah mempercayai beliau untuk membawa barang dagangan ke Syam. Dalam perjalanan ke Syam ini, beliau ditemani oleh seorang pembantu Siti Khadijah yang bernama Maisarah. Setelah selesai menjualbelikan barang dagangan di Syam, dengan memperoleh laba yang tidak sedikit, mereka pun kembali ke Mekah.
Sesudah Nabi Muhammad saw. pulang dari perjalanan ke Syam itu, datanglah lamaran dari pihak Siti Khadijah kepada beliau, lalu beliau menyampaikan hal itu kepada pamannya. Setelah tercapai kata sepakat pernikahan pun dilangsungkan, pada waktu itu umur Nabi ± 25 tahun sedang Siti Khadijah ± 40 tahun.
Akhlak Nabi Muhammad saw.
Dalam perjalanan hidupnya sejak masih kanak-kanak hingga dewasa dan sampai diangkat menjadi Rasul, beliau terkenal sebagai seorang yang jujur, berbudi luhur dan mempunyai kepribadian yang tinggi. Tak ada sesuatu perbuatan dan tingkah lakunya yang tercela yang dapat dituduhkan kepadanya, berlainan sekali dengan tingkah laku dan perbuatan kebanyakan pemuda-pemuda dan penduduk kota Mekah pada umumnya yang gemar berfoya-foya dan bermabuk-mabukan. Karena demikian jujurnya dalam perkataan dan perbuatan, maka beliau diberi julukan "Al-Amin" artinya orang yang dapat dipercaya.
Muhammad saw. Menjadi Rasul
Ketika menginjak usia empat puluh tahun, Muhammad saw. lebih banyak mengerjakan tahannuts daripada waktu-waktu sebelumnya. Pada bulan Ramadhan dibawanya perbekalan lebih banyak dari biasanya, karena akan bertahannuts lebih lama daripada waktu-waktu sebelumnya.
Pada malam 17 Ramadhan, bertepatan dengan 6 Agustus tahun 610 Masehai, di waktu Nabi Muhammad saw. sedang bertahannuts di gua Hira, datanglah Malaikat Jibril as. membawa tulisan dan menyuruh Muhammad saw. untuk membacanya, katanya: "Bacalah" : Dengan terperanjat Muhammad saw. menjawab: "Aku tidak dapat membaca". Beliau lalu direngkuh beberapa kali oleh Malaikat Jibril as. sehingga nafasnya sesak, lalu dilepaskan olehnya seraya disuruhnya membaca sekali lagi: "Bacalah" : Tetapi Muhammad saw. masih tetap menjawab: "Aku tidak dapat membaca" : Begitulah keadaan berulang sampai tiga kali, dan akhirnya Muhammad saw. berkata: "Apa yang kubaca?". Kata Jibril :
Artinya: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu teramat Mulia. Yang mengajarkan dengan pena (tulisan baca). Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Surat (96) Al 'Alaq ayat 1-5).
Inilah wahyu yang pertama yang diturunkan oleh Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. Dan inilah pula saat penobatan beliau sebagai Rasulullah, atau utusan Allah kepada seluruh umat manusia untuk menyampaikan risalah-Nya.
Tugas Nabi Muhammad saw.
Menurut riwayat, selama lebih kurang dua setengah tahun lamanya sesudah menerima wahyu yang pertama, barulah Rasulullah menerima wahyu yang kedua. Di kala menunggu-nunggu kedatangan wahyu kedua itu, RAsulullah diliputi perasaan cemas, dan khawatir kalau¬kalau wahyu itu putus malahan hampir saja beliau berputus asa, akan tetapi ditetap-kannya hatinya dan beliau terus bertahannuts sebagaimana biasa di Gua Hira. Tiba-tiba terdengarlah suara dari langit, beliau menengadah, tampaklah Malaikat Jibril as. sehingga beliau menggigil ketakutan dan segera pulang ke rumah, kemudian minta kepada Siti Khadijah supaya menyelimutinya.
Dakwah Secara Sembunyi-sembunyi
Sesudah Rasulullah saw. menerima wahyu yang kedua ini yang menjelaskan tugas atas dirinya, mulailah beliau secara sembunyi-sembunyi tinggal dalam satu rumah dan sahabat¬sahabat beliau yang terdekat, seorang demi seorang, agar mereka meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Allah Yang Maha Esa. Maka yang mula-mula iman kepadanya ialah istri beliau sendiri Siti Khadijah, disusul oleh putra pamannya yang masih amat muda Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Naritsah, budak beliau yang kemudian menjadi anak angkat beliau.
Tiga tahun lamanya Rasulullah saw. melakukan da'watul afrad ini yaitu: ajakan masuk Islam seorang demi seorang secara diam¬diam atau secara sembunyi-sembunyi dari satu rumah ke rumah yang lain. Kemudian sesudah ini, turunlah firman Allah Surat (15) Al Hijr ayat 94 yang artinya: Maka jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Ayat ini memerintahkan kepada Rasul agar menyiarkan Islam dengan terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi itu. Maka mulailah Nabi Muhammad saw. menyeru kaumnya secara umum di tempat-tempat terbuka untuk menyembah Allah dan mengesakan-Nya. Pertama kali seruan (dakwah) yang bersifat umum ini beliau tujukan kepada kerabatnya sendiri, lalu kepada penduduk Mekah pada umumnya yang terdiri dari bermacam¬macam lapisan masyarakat, baik golongan bangsawan, hartawan maupun hamba sahaya, kemudian kepada kabilah-kabilah Arab dari pelbagai daerah yang datang ke Mekah untuk mengerjakan haji.
Reaksi Orang-orang Quraisy
Ketika orang-orang Quraisy melihat gerakan Islam serta men¬dengar bahwa mereka dengan nenek moyang mereka dibodoh¬bodohkan dan berhala-berhala dihina-hina, bangkitlah kemarahan mereka dan mulailah mereka melancarkan permusuhan terhadap Nabi dan pengikut-pengikutnya. Banyaklah pengikut Nabi yang kena siksa di luar perikemanusiaan, terutama sekali pengikut dari golongan rendah. Terhadap Nabi sendiri, mereka tidak berani melakukan gangguan badan, karena beliau masih dilindungi paman beliau Abu Thalib dan di samping itu beliau adalah keturunan Bani Hasyim yang mempunyai kedudukan dan martabat yang tinggi dalam pandangan masyarakat Quraisy sehingga beliau disegani.
Ada beberapa faktor yang mendorong orang Quraisy menentang Islam dan kaum Muslimin, antara lain :
Hijrah Ke Habsyah (Ethiopia)
Setelah orang-orang Quraisy merasa bahwa usaha-usaha mereka untuk melunakkan Abu Thalib tidak berhasil, maka mereka melancarkan bermacam-macam gangguan-gangguan dan penghinaan kepada Nabi dan memperhebat siksaan-siksaan di luar perikemanusiaan terhadap pengikut-pengikut beliau. Akhirnya Nabi tak tahan melihat penderitaan sahabat-sahabatnya lalu menganjurkan agar mereka hijrah ke Habsyah (Abisinia) yang rakyatnya menganut agama Kristen dan Rasul mengetahui bahwa raja Habsyah yaitu Najasyi dikenal adil. Maka berangkatlah rombongan pertama terdiri dari sepuluh orang laki-laki dan empat orang perempuan. Kemudian disusul oleh rombongan¬rombongan yang lain hingga mencapai hampir seratus orang. Di antaranya Utsman bin Affan beserta istri beliau Rukayyah (putri Nabi), Zuber bin Awwam. Abdurrahman bin Auf, Dja'far bin Abu Thalib dan lain-lain. Peristiwa ini terjadi pada tahun kelima sesudah Nabi Muhammad menjadi Rasul (615 M).
Setibanya di negeri Habsyah mereka mendapat penerimaah dan perlindungan yang baik dari rajanya.
Pemboikotan Terhadap Bani Hasyim dan Bani Muththalib
Sesudah orang Quraisy melihat, bahwa segala jalan yang mereka tempuh untuk memadamkan dakwah (seruan) Nabi Muhammad saw. tidak memberi hasil, karena Bani Hasyim dan Bani Muththalib - dua keluarga besar Nabi Muhammad, baik yang sudah Islam ataupun yang belum - tetap melindungi beliau, maka mereka mencari taktik baru untuk melumpuhkan kekuatan Islam itu. Mereka mengadakan pertemuan dan mengambil keputusan untuk melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Muththalib ialah dengan jalan memutuskan segala perhubungan: hubungan perkawinan, jual beli, ziarah menziarahi dan lain-lain. Keputusan mereka itu ditulis di atas kertas dan digantungkan di Ka'bah
Nabi Mengalami Tahun Kesedihan
Belum lagi sembuh kepedihan yang dirasakan Nabi Muhammad akibat pemboikotan umum itu, tibalah pula musibah yang besar menimpa dirinya, yaitu wafatnya paman beliau Abu Thalib dalam usia 87 tahun. Tidak berapa lama kemudian disusul oleh istrinya Siti Khadijah. Kedua macam musibah terjadi pada tahun ke-10 dari masa kenabian. Tahun ini dalam sejarah disebut "Aamul huzni" (Tahun Kesedihan), di saat-saat permusuhan Quraisy terhadap beliau sedang menjadi-jadi. Mereka sudah mulai berani menyakiti badan Nabi. Akan tetapi segala macam musibah dan penganiayaan itu tidaklah mengendorkan semangat perjuangan Rasulullah.
Sesudah Rasulullah saw. menerima wahyu yang kedua ini yang menjelaskan tugas atas dirinya, mulailah beliau secara sembunyi-sembunyi tinggal dalam satu rumah dan sahabat¬sahabat beliau yang terdekat, seorang demi seorang, agar mereka meninggalkan agama berhala dan hanya menyembah Allah Yang Maha Esa. Maka yang mula-mula iman kepadanya ialah istri beliau sendiri Siti Khadijah, disusul oleh putra pamannya yang masih amat muda Ali bin Abi Thalib dan Zaid bin Naritsah, budak beliau yang kemudian menjadi anak angkat beliau.
Tiga tahun lamanya Rasulullah saw. melakukan da'watul afrad ini yaitu: ajakan masuk Islam seorang demi seorang secara diam¬diam atau secara sembunyi-sembunyi dari satu rumah ke rumah yang lain. Kemudian sesudah ini, turunlah firman Allah Surat (15) Al Hijr ayat 94 yang artinya: Maka jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Ayat ini memerintahkan kepada Rasul agar menyiarkan Islam dengan terang-terangan dan meninggalkan cara sembunyi-sembunyi itu. Maka mulailah Nabi Muhammad saw. menyeru kaumnya secara umum di tempat-tempat terbuka untuk menyembah Allah dan mengesakan-Nya. Pertama kali seruan (dakwah) yang bersifat umum ini beliau tujukan kepada kerabatnya sendiri, lalu kepada penduduk Mekah pada umumnya yang terdiri dari bermacam¬macam lapisan masyarakat, baik golongan bangsawan, hartawan maupun hamba sahaya, kemudian kepada kabilah-kabilah Arab dari pelbagai daerah yang datang ke Mekah untuk mengerjakan haji.
Reaksi Orang-orang Quraisy
Ketika orang-orang Quraisy melihat gerakan Islam serta men¬dengar bahwa mereka dengan nenek moyang mereka dibodoh¬bodohkan dan berhala-berhala dihina-hina, bangkitlah kemarahan mereka dan mulailah mereka melancarkan permusuhan terhadap Nabi dan pengikut-pengikutnya. Banyaklah pengikut Nabi yang kena siksa di luar perikemanusiaan, terutama sekali pengikut dari golongan rendah. Terhadap Nabi sendiri, mereka tidak berani melakukan gangguan badan, karena beliau masih dilindungi paman beliau Abu Thalib dan di samping itu beliau adalah keturunan Bani Hasyim yang mempunyai kedudukan dan martabat yang tinggi dalam pandangan masyarakat Quraisy sehingga beliau disegani.
Ada beberapa faktor yang mendorong orang Quraisy menentang Islam dan kaum Muslimin, antara lain :
Hijrah Ke Habsyah (Ethiopia)
Setelah orang-orang Quraisy merasa bahwa usaha-usaha mereka untuk melunakkan Abu Thalib tidak berhasil, maka mereka melancarkan bermacam-macam gangguan-gangguan dan penghinaan kepada Nabi dan memperhebat siksaan-siksaan di luar perikemanusiaan terhadap pengikut-pengikut beliau. Akhirnya Nabi tak tahan melihat penderitaan sahabat-sahabatnya lalu menganjurkan agar mereka hijrah ke Habsyah (Abisinia) yang rakyatnya menganut agama Kristen dan Rasul mengetahui bahwa raja Habsyah yaitu Najasyi dikenal adil. Maka berangkatlah rombongan pertama terdiri dari sepuluh orang laki-laki dan empat orang perempuan. Kemudian disusul oleh rombongan¬rombongan yang lain hingga mencapai hampir seratus orang. Di antaranya Utsman bin Affan beserta istri beliau Rukayyah (putri Nabi), Zuber bin Awwam. Abdurrahman bin Auf, Dja'far bin Abu Thalib dan lain-lain. Peristiwa ini terjadi pada tahun kelima sesudah Nabi Muhammad menjadi Rasul (615 M).
Setibanya di negeri Habsyah mereka mendapat penerimaah dan perlindungan yang baik dari rajanya.
Pemboikotan Terhadap Bani Hasyim dan Bani Muththalib
Sesudah orang Quraisy melihat, bahwa segala jalan yang mereka tempuh untuk memadamkan dakwah (seruan) Nabi Muhammad saw. tidak memberi hasil, karena Bani Hasyim dan Bani Muththalib - dua keluarga besar Nabi Muhammad, baik yang sudah Islam ataupun yang belum - tetap melindungi beliau, maka mereka mencari taktik baru untuk melumpuhkan kekuatan Islam itu. Mereka mengadakan pertemuan dan mengambil keputusan untuk melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Muththalib ialah dengan jalan memutuskan segala perhubungan: hubungan perkawinan, jual beli, ziarah menziarahi dan lain-lain. Keputusan mereka itu ditulis di atas kertas dan digantungkan di Ka'bah
Nabi Mengalami Tahun Kesedihan
Belum lagi sembuh kepedihan yang dirasakan Nabi Muhammad akibat pemboikotan umum itu, tibalah pula musibah yang besar menimpa dirinya, yaitu wafatnya paman beliau Abu Thalib dalam usia 87 tahun. Tidak berapa lama kemudian disusul oleh istrinya Siti Khadijah. Kedua macam musibah terjadi pada tahun ke-10 dari masa kenabian. Tahun ini dalam sejarah disebut "Aamul huzni" (Tahun Kesedihan), di saat-saat permusuhan Quraisy terhadap beliau sedang menjadi-jadi. Mereka sudah mulai berani menyakiti badan Nabi. Akan tetapi segala macam musibah dan penganiayaan itu tidaklah mengendorkan semangat perjuangan Rasulullah.
Tugas Nabi Muhammad saw. Selesai
Ketika para utusan kabilah-kabilah Arab datang menghadap Nabi untuk menjadi pemeluk agama Islam kemudian disusul dengan turunnya surat (110) An Nashr yang menggambarkan kedatangan utusan-utusan itu serta menyuruh Nabi memohonkan ampun untuk mereka, maka terasalah oleh beliau bahwa tugasnya hampir selesai. Karena merasa bahwa pekerjaannya telah hampir pada akhirnya, beliau berniat untuk melakukan Haji Wada' (Haji penghabisan) ke Mekah.